Tak Libatkan Pihak Ketiga, TPST Sandubaya Selesaikan 40 Ton Sampah Kota Mataram

MATARAM, Kilasbali.com – TPST Sandubaya, Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak melibatkan pihak ketiga.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Vidi Partisan Yuris Gaman Jaya, didampingi Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Kota Mataram, Salikin saat menerima kunjungan rombongan Sekretariat Dewan (Sekwan) Bali yang dipimpin Kabag Umum Sekwan Bali, I Kadek Putra Suantara, Rabu (16/7).
Putra Suantara mengatakan, kunjungan ini berbagi inovasi dan pengalaman terkait pengelolaan sampah baik yang diterapkan di Bali maupun di Kota Mataram ini. “Hasil kunjungan ini akan disampaikan ke dewan,” katanya.
Di Bali, lanjut dia, telah diberlakukan berbagai peraturan untuk menekan timbulan plastik sekali pakai. Mulai dari memilih sampah berbasis sumber yakni di tingkat rumah tangga, hingga pelarangan air minum dalam kemasan di bawah satu liter. “Supermarket di Bali saat ini sudah tidak menyediakan kantong kresek,” tandasnya.
Vidi Partisan menyampaikan, TPST Sandubaya belajar dari pengelolaan sampah yang ada Bali, dan juga di Banyumas serta beberapa daerah lainnya. “Dari 260 ton sampah per hari yang dihasilkan Kota Mataram, kami mengelola 40 ton sehari,” ujarnya.
Hasil pengolahan yang dilakukan 40 tenaga kontrak, lanjut dia, maggot hingga paving block. “Sampah yang kami kelola itu harus selesai dalam sehari. Kemudian tempatnya dibersihkan dengan desinfektan, sehingga tidak mengeluarkan bau. Sumber bau itu karena sampah yang tidak habis dikelola dalam sehari,” jelasnya.
Pihaknya juga tidak melibatkan pihak ketiga dalam pengelolaan ini. Karena pihaknya yang merancang, dan langsung mengoperasikannya. Pihaknya tidak ingin mempersulit diri, di mana hasil pengelolaan sampah di selesaikan sendiri. “Pembangunan TPST kami dibantu World Bank Rp 21 miliar,” pungkasnya.
Sementara itu, Salikin juga menuturkan bahwa di Mataram kini darurat sampah. Karena TPA Provinsi overload. Selama ini, lanjut dia, pengelolaan sampah hampir 70 persen diselesaikan dengan pembuangan.
Kemudian dengan inovasi yang dilakukan, maka pengelolaan sampah ke TPST. Salah satunya sampah diolah menjadi paving block. “Sampah di Kota Mataram 260 ton per hari,” sebutnya. (Jus/kb)

















