BPBD Tabanan Imbau Warga Waspada, Hujan Lebat-Angin Kencang Masih Potensial Terjadi

TABANAN, Kilasbali.com – Hujan lebat disertai dengan angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Bali, khususnya di wilayah Bali Selatan.
Potensi ini sesuai peringatan dini mengenai kondisi cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, pada Senin (15/9).
Potensi tersebut diperkirakan akan terjadi sampai dengan Rabu (17/9) mendatang dengan level peringatan waspada dan siaga.
Untuk level peringatan waspada dengan kondisi hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Bangli, Buleleng, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Tabanan, dan Jembrana.
Sedangkan untuk level peringatan siaga dengan kondisi hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.
Terkait itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Tabanan juga memberikan peringatan serupa melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo).
Selain itu, BPBD Tabanan juga mengimbau warga untuk waspada terhadap potensi bencana yang bisa terjadi.
Beberapa zona atau wilayah kecamatan di Tabanan yang perlu mewaspadai potensi hujan lebat dan longsor meliputi Pupuan, Selemadeg Barat, Selemadeg, Selemadeg Timur, dan Kerambitan.
“Potensi (banjir dan longsor) masih ada. Tadi Pak Bupati beri petunjuk untuk menyampaikan imbauan ini ,” kata Kepala Pelaksana atau Kalaksa BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri.
Secara singkat, Giri menguraikan imbauan yang disampaikan ke masyarakat antara lain untuk berhati-hati saat melakukan aktivitas di luar rumah.
Selanjutnya, menghindari tempat-tempat yang rawan longsor atau berada di bantaran/sempadan sungai saat hujan deras.
“Kami juga berharap warga menjaga lingkungan tempat tinggal. Pastikan saluran drainase jangan sampai tersumbat hingga menyebabkan genangan air atau banjir,” imbuhnya.
Ia menambahkan, khusus untuk masyarakat pesisir, terutama para nelayan untuk sementara waktu tidak memaksakan diri untuk ke tengah laut.
“Sebaiknya, untuk sementara waktu tidak ke tengah laut,” pungkasnya. (c/kb)

















