Penjual Bendera Sepi Pembeli, Jual Merah Putih Minta One Piece

GIANYAR, Kilasbali.com – Sejak awal bulan dan puncaknya hingga jelang 17 Agustus 2025, para pedagang bendera merah putih sepi pembeli. Ironisnya, malah banyak warga yang meminta bendera ‘One Piece’.
Wawan ‘Ucil’ salah satu pedagang bendera asal Garut terlihat pasrah di pinggir jalan Dharma Giri, Buruan, Blahbatuh, Gianyar.
Meski lokasi berjualannya terbilang strategis karena dekat dengan patung Kebo Iwa dan Taman Kapten Dipta, nyatanya sepi pembeli. Putar otak, Wawan juga memajang barang dagangannya di dua sisi pinggir jalan, namun tetap saja penjualannya turun drastis dibanding tahun sebelumnya.
“Setiap tahun, saya dan beberapa teman lainnya memilih di areal ini berjualan. Dulunya rezekinya lumayan, sekarang sangat apes. Kalau sampai besok masih sepi, ya kita balik saja,” terangnya, Selasa (12/8).
Disebutkan, sehari capaian penjualannya hanya sekitar Rp 300 ribuan. Kalau tahun sebelumnya, minimal penjualan Rp 1 juta.
Pembeli kini lebih banyak dari orang kantoran. Sementara warga perorangan atau pengendara jarang yang berminat.
“Anehnya lagi, banyak yang menanyakan bendera ‘One Piece’. Kami tak menjualnya, takut bikin masalah,” ungkap Wawan.
Sementara pantauan di sejumlah jalan yang kerap menjadi tempat pedagang bendera musiman, seperti Jalan IB Mantra dan Jalan Darma Giri, jumlah pedagang terlihat sedikit.
Demikian juga di pedesaan, pemasangan bendera di depan rumah warga serta hiasan terlihat tidak sesumringah tahun-tahun sebelumnya.
Atas kondisi ini aparat kepolisian pun gencar menurunkan personilnya untuk mengimbau pemasangan bendera merah putih.
Mulai dari perumahan atau pemukiman hingga warung-warung atau pertokoan. Di daerah pesisir, nelayan bahkan diberikan bendera gratis agar merah putih berkibar mengiringi aktivitas nelayan di laut.
KBO Satpolairud, Polres Gianyar, Ipda I Made Sulatra membenarkan telah menyerahkan 10 Bendera Merah Putih kepada Nelayan KUB Bakti Segara di Pesisir Cucukan.
Dengan mengajak para nelayan memasang bendera merah putih di perahu tradisionalnya, pihaknya berharap dapat untuk menumbuhkan rasa patriotisme, nasionalisme, dan cinta tanah air, dengan mengajak para nelayan memasang bendera merah putih di perahu tradisional milik mereka.
Lanjutnya, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri kepada masyarakat pesisir dalam memperingati hari bersejarah bangsa.
“Kami ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya para nelayan, untuk bersama-sama mengibarkan bendera merah putih sebagai simbol kebanggaan dan penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan,” harapnya. (ina/kb)

















