Kecelakaan Tunggal Mendominasi Selama Seminggu Operasi Zebra Agung 2025 di Tabanan

TABANAN, Kilasbali.com – Kecelakaan tunggal atau out of control (OC) mendominasi jenis kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama satu minggu pelaksanaan Operasi Zebra Agung 2025 oleh Polres Tabanan.
Dominasi jenis kecelakaan itu sesuai dengan hasil analisa dan evaluasi pelaksanaan Operasi Zebra Agung 2025 pada Senin (24/11). Dengan kecenderungan seperti itu, Polres Tabanan mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berkendaraan.
Tidak hanya itu, Polres Tabanan juga mengimbau para pengemudi untuk memperhatikan kondisi kesehatan sebelum memutuskan untuk mengemudikan kendaraan.
“Secara fatalitas ada satu (kecelakaan) MD (meninggal di tempat). Namun, kejadian itu karena pengemudinya diduga serangan jantung sehingga kategorinya OC,” jelas Kepala Bagian Operasi atau Kabag Ops Polres Tabanan, Kompol I Made Subadi, pada Rabu (26/11).
Secara umum, jumlah kecelakaan OC yang terjadi selama satu minggu berlangsungnya Operasi Zebra Agung 2025 tercatat 14 kasus yang terdiri dari satu korban meninggal dunia, korban luka ringan sebanyak 14 orang, dan kerugian materi sekitar Rp 5 juta.
Sedangkan dalam operasi yang sama di 2024 lalu, jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 15 kejadian dengan rincian 19 orang korban mengalami luka ringan dan kerugian materi sekitar Rp 17 juta lebih.
Demikian halnya bila dibandingkan dengan satu minggu sebelum berlangsungnya Operasi Zebra Agung 2025. Selama periode itu, jumlah kecelakaan sebelum operasi tercatat sebanyak 22 kasus dengan 28 korban luka ringan dan kerugian materi sekitar Rp 22 juta.
“Secara angka terjadi penurunan (kecelakaan lalu lintas) dibandingkan operasi yang sama di tahun lalu. Apalagi kalau dibandingkan dengan seminggu sebelum operasi,” sebutnya.
Meski dalam operasi kali ini tercatat ada satu korban meninggal, Subadi menegaskan bahwa kecelakaannya masuk kategori kecelakaan tunggal yang disebabkan faktor kesehatan.
Ini karena korbannya diduga mengalami serangan jantung. “Sehingga kategorinya OC yang sebetulnya di luar TO (target operasi),” tegasnya.
Untuk itu, pihaknya kembali mewanti-wanti masyarakat agar lebih berhati-hati saat mengemudikan kendaraan. “Yang penting juga adalah memastikan kondisi kesehatan dalam keadaan prima,” imbuhnya.
Karena, sambung Subadi, selain faktor keterampilan mengemudi, kondisi kesehatan yang tidak baik juga berpengaruh terhadap kelancaran saat berkendaraan. Bahkan, berisiko terhadap keselamatan saat mengemudi kendaraan.
Sementara dari sisi pelanggaran, dalam seminggu Operasi Zebra Agung 2025, Polres Tabanan paling banyak memberikan teguran dengan catatan sebanyak 680 pelanggaran dan tilang ETLE untuk enam pelanggaran.
Sedangkan dalam operasi pada 2024 lalu, jumlah pelanggaran yang tercatat sebanyak 99 pelanggaran dengan sanksi berupa teguran.
Kemudian bila dibandingkan dengan pelanggaran satu minggu sebelum Operasi Zebra Agung 2025, tercatat ada lima tilang ETLE, tiga tilang manual, dan 283 teguran.
Terlepas dari itu, Subadi menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Zebra Agung 2025 akan terfokus pada sepuluh prioritas perhatian.
Kesepuluh pelanggaran itu antara lain naik motor tanpa helm, pengendara di bawah umur, berkendaraan melebihi batas kecepatan.
Selanjutnya, menggunakan ponsel sambil berkendaraan, berboncengan lebih dari satu orang, berkendaraan dalam pengaruh alkohol.
Berikutnya, tidak pakai sabuk pengaman bagi pengendara mobil, mengemudi dengan melawan arus, pelanggaran rambu lalu lintas, dan ODOL (Over Dimension Over Loading) untuk kendaraan logistik.
“Kami berusaha pascaoperasi tetap menekan angka laka lantas dan pelanggaran. Serta, memperhatikan pengaturan lalu lintas untuk mengurai kemacetan,” pungkasnya. (c/kb)

















