Pasar Anyar Sari Perlu Perpaduan Modern Tradisional

DENPASAR, Kilasbali.com – Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira menyebut bahwa Denpasar adalah kota yang baik, kota yang maju tapi masyarakat secara langsung tidak bisa menikmati apa yang dikatakan tadi.
Menurutnya hal ini harus diwujudkan, dan bukan hanya sekedar kesan saja. Ia pun memberi contoh penataan pasar, di mana harus ada blue print yang jelas.
Contoh perkembangan Pasar Anyar Sari Denpasar. Dikatakannya penataan pasar ini tidak memiliki blue print yang bagus. Potensi yang besar dengan area yang luas seperti ini mestinya digarap dengan menggabungkan 2 hal yang berbeda yakni tradisional dan modern.
“Karena kita melihat area pasar ini, bisa kita bangun di dua ini. Pasar tradisional dan modern dengan fasilitas lengkap. Sehingga kota Denpasar memiliki pusat perekonomian yang baru. Ya karena kita memiliki teknologi. Kita ingin pasar ini didesain ulang dengan memiliki satu ciri khas kota Denpasar yang memiliki kombinasi antara modern dan tradisional,” sebutnya, Rabu (11/11/2020).
Sementara itu, salah seorang pedagang beras Made Rai menuturkan, di masa pandemi ini pendapatannya turun drastis.
“Dari jam 4 pagi sampai jam 3 sore setiap harinya saya berjualan, melayani konsumen mobil kanvas. Saya bayar retribusi Rp 70 ribu per bulan, dan karcis Rp 8 ribu per hari. Semenjak pandemi pendapatan menurun hingga 70 persen,” ungkapnya.(sgt/kb)

















