1.500 Seniman Muda Meriahkan Festival Ulundanu Beratan 2026

TABANAN, Kilasbali.com – Festival Ulundanu Beratan 2026 resmi dibuka dengan melibatkan sedikitnya 1.500 seniman muda dari 20 desa adat dan sanggar seni binaan sebagai penggerak utama parade budaya.
Pelibatan ribuan generasi muda ini menjadi inovasi baru untuk memperkuat pelestarian seni sekaligus menarik minat wisatawan di kawasan ikonik tersebut.
Acara yang dibuka oleh Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, pada Minggu (21/6) di The Blooms Garden.
Sejumlah atraksi seni dan budaya hingga parade gebogan dan pementasan tari maskot Dewi Danu disuguhkan dalam acara tersebut.
Pementasan tari maskot tersebut dirancang secara khusus untuk mengikuti makna filosofis Catur Lawa Jajar Kemiri.
Direktur PT Ulundanu Beratan Lestari, I Wayan Mustika, mengungkapkan bahwa keterlibatan para seniman muda ini merupakan pembeda utama festival tahun ini dengan pelaksanaan sebelumnya.
Ia memastikan seluruh talenta muda tersebut berasal dari desa adat pangempon serta sanggar-sanggar yang mendapatkan pembinaan intensif.
Menurutnya, kekuatan event kali ini bertumpu pada kolaborasi lintas generasi dan lembaga seni lokal.
“Sekarang 20 desa adat tampil ditambah sanggar-sanggar seni yang ada di sini,” tutur Mustika soal kegiatan yang akan mengisi Festival Ulundanu Beratan hingga 9 Agustus 2026 itu.
Parade gebogan, festival baleganjur, hingga pementasan fragmentari itu akan dilaksanakan setiap minggu secara bergantian di dua tempat wisata yang dikelola PT Ulundanu Beratan Lestari yakni Ulundanu Beratan dan The Blooms Garden.
Ia menjelaskan, parade budaya ini akan dilaksanakan secara bergantian pada tiap minggunya saat pelaksanaan festival.
Kegiatan itu mulai dari merangkai gebogan, besoknya pentas, kemudian balaganjur dan fragmentari maskot Dewi Danu.
Untuk mendukung kesiapan seluruh peserta, pihak manajemen memberikan bantuan uang pembinaan kepada setiap desa adat yang menjadi pengempon Pura Ulundanu Beratan.
“Kami support Rp 30 juta per desa adat selama berlangsungnya Festival Ulundanu Beratan,” ungkapnya.
Manajemen optimistis bahwa kehadiran ribuan seniman muda ini akan mendongkrak kunjungan wisatawan meskipun ada penyesuaian harga tiket masuk mulai Juli mendatang.
Saat ini, jumlah kunjungan pelancong mancanegara di objek wisata tersebut sudah menunjukkan tren yang positif.
“Kalau di Ulundanu Beratan sudah seribu lima ratus orang sampai dua ribu orang (untuk wisatawan asing),” bebernya. (c/kb)

















