
SINGARAJA, Kilasbali.com — Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Buleleng, Kadek Widana SH, mengembalikan seluruh fasilitas kendaraan dinas yang selama ini melekat pada jabatannya.
Pria yang akrab disapa Cawi notebene kader Partai Gerindra besutan Prabowo Subianto itu mengaku, pengembalian seluruh fasilitas kendaraan dinas sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah Kabupaten Buleleng.
Pengembalian aset daerah tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima barang milik daerah di Sekretariat DPRD Kabupaten Buleleng, pada Jumat (30/1/2026) pagi.
Praktis, langkah tidak biasa ini jadi sorotan. Terlepas dari hal itu, ia menyatakan pengembalian tersebut dilakukan secara sukarela, tanpa tekanan, dan murni atas dasar kesadaran pribadi.
Politisi asal Desa Kayu Putih, Kecamatan Banjar itu menjelaskan, selama jabat selaku pimpinan DPRD, dirinya memperoleh sejumlah fasilitas berupa mobil dinas, mobil operasional, serta sepeda motor, termasuk pembiayaan sopir, bahan bakar, dan perawatan kendaraan.
Tetapi, setelah melihat kondisi keuangan daerah dan kebijakan efisiensi besar-besaran yang diterapkan pemerintah, dirinya memutuskan untuk mengembalikan seluruh fasilitas tersebut.
“Paling pertama saya kembalikan adalah mobil dinas. Selama jabat pimpinan, fasilitas yang didapat itu berupa dua mobil, satu unit mobil dinas, satu unit mobil operasional, dan juga satu unit sepeda motor. Selama ini sopir, BBM, dan perawatan ditanggung pemerintah juga. Nah, hari ini saya kembalikan semuanya untuk mendukung efisiensi anggaran,” tegas Cawi.
Keputusan sebut Cawi, diambil sebagai bentuk dukungan moral kepada pemerintah daerah, khususnya Bupati dan Wakil Bupati Buleleng yang sedang menjalankan kebijakan penghematan anggaran secara besar-besaran.
Meski pada Pilkada Buleleng di tahun 2024 lalu, ia mengakui tidak berada dalam barisan pendukung kepala daerah terpilih (Sutjidra-Supriatna). Meski begitu, Cawi menyatakan sikap politiknya kini mendukung serta berpihak pada program efisiensi di Kabupaten Buleleng.
“Jujur, saat Pilkada Buleleng 2024 laku, saya tidak mendukung Bupati Sutjidra yang berpasangan dengan Wakil Bupati Supriatna. Tapi hari ini, dengan kinerja dan kebijakan efisiensi anggaran yang besar-besaran, saya nyatakan mendukung. Ini murni, tidak ada yang menyuruh, tidak ada kepentingan apa pun,” terangnya.
Menurutnya, kebijakan efisiensi perlu didukung seluruh elemen, mengingat masih banyak kebutuhan mendesak di masyarakat, termasuk persoalan keterlambatan pembayaran hak perangkat desa. Ia berharap, langkah kecil yang diambilnya dapat menjadi contoh dan memantik kesadaran kolektif.
“Kalau kepala dinas semua mengembalikan mobil dinas, anggarannya bisa dipakai bangun sekolah. Jumlah mobil dinas itu banyak. Kalau dikumpulkan, dampaknya besar untuk kepentingan masyarakat,” imbuhnya.
Tanpa fasilitas apakah kinerja potensi berkurang?
Cawi memastikan seluruh aktivitas kedinasannya akan menggunakan kendaraan pribadi, termasuk menanggung sendiri biaya bahan bakar, perawatan, hingga sopir.
“Pengembalian fasilitas ini tidak mengurangi komitmen dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat di Buleleng,” bebernya.
Langkah yang diambil Cawi ini, menandakan sinyal kuat bahwa semangat efisiensi anggaran tidak hanya berhenti di tatanan kebijakan, tetapi perlu ditunjukkan melalui tindakan nyata. Meski saat ini berada ditengah tekanan fiskal dan tuntutan pelayanan publik yang tinggi, keputusan ini diharapkan mampu menjadi teladan bagi pejabat lain untuk mengedepankan kepentingan masyarakat di atas fasilitas pribadi atau golongan. (Ard/kb)

















