
SINGARAJA, Kilasbali.com – Ketua DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Buleleng, Ida Gde Komang (IGK) Kresna Budi, S,Ap mengatakan, eksistensi Partai Golkar di Buleleng bukan hanya sekadar mengejar kekuasaan atau kedudukan politik tapi menjadi kesempatan untuk berbuat baik.
Hal ini disampaikan Kresna Budi pada pertemuan kader saat Pendidikan Politik yang berlangsung pada Rabu (29/7/2026).
Politisi senior asal Liligundi, Buleleng itu menyoroti pentingnya sisi kemanusiaan dalam berpolitik. Pihaknya mengapresiasi peran yayasan di bawah naungan Partai Golkar, seperti yang dilakukan oleh Ibu Ayu, yang aktif bergerak membantu kaum manula dan masyarakat kurang mampu.
“Dengan kedudukan dan kekayaan yang kita miliki, sejatinya kita harus bisa berbuat untuk saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Posisi di Golkar, bukan hanya kedudukan yang dikejar, tapi kedudukan itu menjadi kesempatan untuk kita berbuat baik,” ungkap Kresna Budi.
Ketua Kresna Budi yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali ini menyatakan kebanggaannya terhadap proses regenerasi di tubuh Golkar Buleleng yang berjalan sangat dinamis. Saat kegiatan Dikpol pihaknya juga memperkenalkan sejumlah sosok muda yang kini mengisi pos-pos strategis, termasuk sebagai Kelompok Ahli di DPRD Buleleng seperti Gede Nanda Sukma Wijaya dari Banyuning, Ida Bagus Weda Sampurna dari Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan.
“Kehadiran anak-anak muda dengan pandangan dewasa ini membuktikan bahwa Golkar adalah partai yang terbuka bagi semua golongan,” tegasnya.
Masih kata dia, Golkar sekarang bukan milik satu golongan saja, tapi sudah mencakup banyak golongan. Golkar tetap menghormati senior.
“Ada Ibu Tiwi (Ni Luh Tiwik Ismarheningrum) yang kita tugaskan menjadi Kelompok Ahli di DPRD Buleleng,” imbuhnya.
Menariknya, Kresna Budi juga menyelipkan pesan tentang pentingnya dukungan keluarga dalam karir politik seorang laki-laki. Ia berseloroh bahwa keberhasilan seorang kader tidak lepas dari peran pendamping (istri) yang hebat.
Kresna Budi berharap, atmosfir politik di Buleleng tetap sejuk dan tidak kaku.
“Berpolitik itu tidak harus gawat-gawat (tegang) ya. Kita harus menjalaninya dengan enjoy, riang gembira,” ucapnya.
Terkait hasil capaian Golkar Buleleng, Kresna Budi memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus partai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. Berdasarkan data yang ada, grafik dukungan dan prestasi Partai Golkar di Buleleng terus menunjukkan tren positif.
“Berkat perjuangan Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian, grafik Partai Golkar terus meningkat. Terima kasih kepada pengurus desa (PD) sebagai satuan tempur utama kita di lapangan. Semoga kita bisa terus berbuat lebih banyak untuk masyarakat,” pungkasnya. (Ard/kb)

















