
TABANAN, Kilasbali.com – Sebanyak 367 atlet silat dari Perisai Diri seluruh kabupaten dan kota di Bali mengikuti ajang Perisai Diri Open Tournament II Tahun 2026 di GOR Debes Tabanan.
Kejuaraan di internal perguruan silat Perisai Diri ini menjadi wadah bagi para pesilat muda dari tingkat SD, SMP, hingga SMA untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka selama tiga hari ke depan.
Turnamen yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 7 hingga 9 Agustus 2026 ini mengusung tema strategis, yaitu Budaya, Keluarga, dan Prestasi.
Kegiatan ini dirancang sebagai program kerja berkelanjutan untuk menjaring bibit-bibit pesilat berpotensi yang nantinya akan dibina menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
Kejuaraan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tabanan, I Gusti Ngurah Darma Utama, yang hadir mewakili Bupati Tabanan.
Dalam sambupati bupati yang ia bacakan, pemerintah daerah memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif penyelenggaraan turnamen yang mendukung pengembangan karakter dan kesehatan generasi muda melalui olahraga.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan, saya menyampaikan presiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia, Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri Kabupaten Tabanan, serta semua pihak yang telah bekerja keras sehingga kejuaraan ini dapat terselenggara dengan baik,” kata Darma Utama saat membacakan sambutan Bupati Tabanan.
Ia menegaskan, pencak silat bukan sekadar olahraga prestasi, melainkan warisan budaya bangsa yang menanamkan nilai-nilai pengendalian diri serta semangat persaudaraan.
Melalui ajang ini, Kabupaten Tabanan optimis dapat melahirkan atlet-atlet baru yang mampu bersaing di level internasional.
“Melalui turnamen ini saya berharap akan lahir bibit-bibit atlet yang mampu mengharumkan nama Tabanan, Bali, bahkan Indonesia di tingkat yang lebih tinggi,” tegasnya.
Selain mengejar prestasi di atas matras, para atlet juga diminta untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas dan rasa hormat terhadap lawan bertanding.
Darma Utama menekankan bahwa kualitas karakter seorang pesilat jauh lebih utama dibandingkan sekadar kemenangan fisik.
“Kemenangan memang membanggakan, namun karakter yang baik adalah prestasi yang akan dikenang sepanjang hayat,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kejuaraan yakni Ni Putu Jessica Trisna Putri mengungkapkan bahwa partisipasi peserta kali ini mencakup keterwakilan dari seluruh wilayah di Bali.
Kehadiran ratusan atlet ini diharapkan tetap menjaga suasana kekeluargaan meskipun sedang dalam tensi kompetisi yang ketat.
“Secara keseluruhan peserta kejuaraan ini sebanyak 367 orang atlet yang berasal dari seluruh kabupaten atau kota se-Bali,” ujar Jessica. (c/kb)

















