Bawaslu Tabanan Manfaatkan MPLS untuk Edukasi Pemilih Pemula-Pengawasan Partisipatif

TABANAN, Kilasbali.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tabanan melakukan langkah inovatif dengan memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 untuk menyosialisasikan pentingnya partisipasi pemilih pemula.
Bukan saja partisipasi dalam memilih, Bawaslu Tabanan juga menyampaikan materi untuk menanamkan nilai-nilai pengawasan partisipatif dan integritas demokrasi kepada para murid baru.
Ini tidak lepas dari potensi pemilih pemula yang paling banyak ada di kalangan pelajar. Dengan demikian, saat ada ajang pemilihan nanti, mereka tidak bersikap apatis dan tergugah untuk berpartisipasi dan ikut melakukan pengawasan.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tabanan, I Ketut Narta, hadir langsung memberikan pembekalan kepada peserta MPLS di SMAN 1 Selemadeg, Selasa (14/7).
Dalam paparannya, ia menekankan bahwa pelajar memiliki peran krusial sebagai agen perubahan yang harus berani menjaga kualitas demokrasi.
“Pemilih pemula harus menjadi pelopor demokrasi yang berintegritas. Gunakan hak pilih dengan bijak, tolak politik uang, saring informasi sebelum membagikannya, dan jangan ragu melaporkan jika melihat dugaan pelanggaran. Demokrasi yang berkualitas lahir dari partisipasi kita semua,” kata Narta pada Rabu (15/7).
Selain memberikan edukasi formal, Narta juga mengajak para siswa memaknai lingkungan sekolah sebagai miniatur dari sistem demokrasi yang lebih besar.
Ia mencontohkan proses pemilihan Ketua OSIS sebagai ruang belajar nyata untuk mempraktikkan kejujuran dan sportivitas dalam berkompetisi.
“Belajarlah berdemokrasi sejak dari sekolah. Hargai perbedaan pilihan, junjung sportivitas, dan jadikan proses ini sebagai cermin kecil dari pemilu yang jujur dan adil,” ujarnya.
Pihaknya juga memberikan perhatian khusus pada penggunaan media sosial di kalangan Generasi Z.
Para pelajar diingatkan agar ruang digital digunakan untuk menyebarkan konten edukatif dan fakta, bukan sebagai alat untuk memproduksi hoaks atau ujaran kebencian yang merusak persatuan.
Dengan kegiatan ini, pihaknya berharap para siswa tidak hanya menjadi pemilih cerdas, tetapi juga menjadi pengawas yang berani melaporkan kecurangan. (c/kb)

















