Meriahkan HUT Kota Singaraja ke-422, Gelar Kejuaraan Tenis Meja Pelajar se-Bali.

SINGARAJA, Kilasbali.com — Ragam kegiatan digelar rangkaian HUT ke 422 kota Singaraja tahun 2026. Salah satunya Pengkab Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Buleleng yang menggelar kejuaraan kategori ganda umum dan beregu campuran pelajar se-Bali.
Khusus untuk kategori ganda umum mengundang instansi dinas,swasta, BUMN/BUMD, TNI/POLRIt. Kegiatan berlangsung 2 (dua) hari, yakni 24-26 Maret 2026. Kejuaraan diikuti 24 ganda umum dan beregu campuran antar pelajar se Bali melibatkan 12 regu terbaik. Total hadiah diperebutkan senilai Rp 12,5 juta. Kejuaraan dibuka Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra di gedung PTMSI Buleleng.
Bupati Sutjidra menyambut baik kegiatan seperti ini, karena kejuaraan tenis meja sekaligus dapat menjaring atlet- atlet berprestasi, terlebih jelang gelaran Porprov Bali 2027 mendatang.
“Buleleng sebagai tuan rumah tentunya harus mempersiapkan diri sedini mungkin, karena kita sebagai tuan rumah harus memiliki target sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Apalagi tenis meja merupakan salah satu olahraga favorit dikalangan masyarakat Buleleng,” terangnya.
Catatan hasil gelaran Porprov, tim tenis meja Buleleng berhasil keluar sebagai juara umum, ini menandakan bahwasannya tenis meja perlu mendapat perhatian khusus.
Terkait kondisi gedung PTMSI yang dinilai kurang representatif, bila dibandingkan dengan prestasi yang diukir atlet tenis meja Buleleng, Bupati Sutjidra berjanji akan melakukan renovasi agar sarana sesuai standar dan mampu mendukung prestasi atlet Buleleng.
“Kita akan lakukan renovasi gedung PTMSI Buleleng sekitar bulan September 2026, mengingat gedung merupakan sarana pendukung untuk meraih prestasi,” jelasnya.
Sementara, Ketua Umum Pengkab PTMSI Buleleng Made Lestariana mengungkapkan, tenis meja masih mejadi salah satu olah raga yang digandrungi oleh masyarakat, terlihat dari hari ke hari selalu gedung PTMSI dipadati pemain pingpong mulai usia dini, hingga senior.
“Pembinaan atlet dilakukan berjenjang baik melalui club atau perorangan. Terbukti hingga kini pemain tenis meja tidak pernah mengalami stagnan pemain. Ini membuktikan pembinaan selalu dilakukan secara berkelanjutan,” singkatnya. (Ard/kb)

















