Bom Jatuh Dekat Apartemen PMI asal Gianyar di Kuwait

GIANYAR, Kilasbali.com – Serangan bom balasan Iran ke sejumlah negara di timur tengah, membuat panik sejumlah warga Gianyar.
Mengingat banyak pekerja migran Indonesia (PMI) asal Gianyar berada di negara yang kena imbas Bom Iran seperti Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar maupun lainnya.
Seorang keluarga PMI asal Kecamatan Gianyar bahkan mendapat kabar jika ada bom jatuh dekat departemen adiknya di Kuwait.
Dewa Ayu R (40) asal Gianyar, Selasa (3/3) menyebutkan adiknya DA kini sedang berada di Kuwait sebagai seorang PMI. Pihaknya mengaku was-was ketika mendapat informasi bahwa Kuwait juga menjadi sasaran bom dari Iran.
“Saya sempat komunikasi dengan adik langsung. Adik mengaku sempat takut karena ada bom jatuh tak jauh dari apartemennya. Mudah-mudahan tidak ada lagi bom disana,” ujarnya was-was.
Sementara itu, Dua Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Gianyar yang bekerja di Kuwait. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, Gede Suasana,
menyatakan hingga saat ini masih menunggu keterangan resmi dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) maupun Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).
“Kami sudah menerima informasi awal terkait dua PMI tersebut. Namun untuk detail kondisi dan langkah tindak lanjut, kami masih menunggu berita resmi dari BP2MI dan BP3MI,” ujar Gede Suasana.
Ia menegaskan, Dinas Tenaga Kerja Gianyar terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan kondisi terkini kedua PMI tersebut, termasuk aspek perlindungan dan keselamatan mereka selama berada di luar negeri.
Selain itu, Disnaker Gianyar juga telah meneruskan himbauan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat melalui media sosial resmi Disnaker sebagai langkah antisipasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Himbauan tersebut berisi ajakan agar PMI tetap menjaga komunikasi dengan perwakilan RI serta segera melapor apabila menghadapi kendala di negara penempatan.
Menurut Gede Suasana, setiap penempatan PMI seharusnya melalui prosedur resmi dan pengawasan ketat agar hak serta keselamatan pekerja tetap terjamin.
Pihaknya kembali mengingatkan masyarakat yang berencana bekerja ke luar negeri agar memastikan perusahaan penyalur memiliki izin resmi serta terdaftar pada instansi berwenang.
“Koordinasi tetap kami lakukan. Kami juga sudah menyebarkan himbauan dari KBRI melalui media sosial Disnaker agar informasi cepat diterima masyarakat. Begitu ada keterangan resmi dari BP2MI atau BP3MI, akan segera kami sampaikan kepada publik,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut terkait kondisi terbaru kedua PMI tersebut, dan Disnaker Gianyar menyatakan akan terus memantau perkembangan informasi dari pemerintah pusat maupun perwakilan RI di luar negeri. (Ina/kb)

















