Mesin Perahu Mati di Jalur Nelayan Hilang, Pemancing Panik

GIANYAR, Kilasbali.com – Di hari keenam proses pencarian seornag nelayan yang menghilang di laut, laporan pemancing panik karena mesin perahu mati, sempat mencuri perhatian Tim Gabungan, Rabu (22/7).
Syukurnya, saat berada di perairan Nusa Ceningan, mesin perahu yang sempat mati kemasukan air, akhirnya bisa hidup dan pemancing bisa kembali dengan selamat.
Dari ini informasinya yang diterima, petugas memulai melakukan pencarian nelayan hilang di Pantai Lebih, Komandan regu Balawista Gianyar, Wayan Hermanto menerima laporan dari salah seorang nelayan pemandu pemancing dengan bahasa panik.
Dalam rekaman Pak Koming yang memandu pemancing, dengan nada panik menyampaikan bahwa mesin perahunya mati. Terlebih lagi kondisi angin kencang dan gelombang kencang. Sembari mengirimkan titik lokasinya, ia berharap petugas segera membantunya.
Dengan langkah cepat, Balawista Gianyar langsung berkoordinasi dengan tim Sar yang sedang melakukam pencarian nelayan hilang serta petugas BPBD Klungkung yang ngepos di Nusa Caningan.
Syukurnya, beberapa menit kemudian Nelayan pemandu menyebutkan posisinya sudah di Nusa Ceningan dan mesin perahunya sudah bisa dinyalakan kembali.
“Untuk laporan mesin perahu mati sudah clear, dengan kondisi cuaca sekarang ini sangat berisiko mancing di laut. Kami kembali fokus ke pencarian nelayan yang hilang,” terang Hermanto.
Sementara itu, di areal pulau Nusa Penida hingga Pulau Serangan, Denpasar, Tim Basarnas tengah melakukan operasi pencarian nelayan Pantai Lebih, yang hilang di tengah laut.
Pencarian pun sedikit terkendala, karena kondisi ombak di bulan ini sedang tidak bersahabat, petugas juga mengimbau agar sementara waktu, tidak melakukan aktivitas di laut, guna mengindari hal yang tak diinginkan.
Sebagaimana pencarian sebelumnya, memasuki hari keenam pencarian dilakukan dari pukul 08.00, dengan titik kumpul di Pantai Rangkan, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, dengan melibatkan 135 orang personil gabungan. (*)

















