
GIANYAR, Kilasbali.com – Pada hari ketiga, Minggu (19/7), keberadaan I Nyoman Darin (51), nelayan asal Banjar Lebih Beten Kelod, Desa Lebih, Gianyar, masih misterius. Setelah perahunyq ditemukan terdampar di Pantai Saba, Blahbatuh, Jumat (17/7) lalu.
Pencarian pun terus diintensifkan oleh tim gabungan pada operasi pencarian dilakukan melalui jalur laut dan darat dengan memperluas area penyisiran hingga pesisir Kecamatan Sukawati.
Pencarian diawali dengan apel gabungan di Pantai Rangkan, Banjar Rangkan, Desa Ketewel, sekitar pukul 07.30 WITA yang dipimpin Pengelola Layanan Operasi Basarnas Kantor SAR Denpasar, I Ketut Wirajaya. Selanjutnya, personel dibagi menjadi tim laut dan tim darat untuk mempercepat serta memperluas pencarian.
Di jalur laut, tim mengoperasikan dua unit rubber boat milik Ditpolairud Polda Bali dan Kantor SAR Denpasar. Sebuah drone juga diterbangkan untuk membantu pemantauan area perairan dari udara.
Sementara itu, tim darat menyisir sepanjang garis pantai yang meliputi Pantai Purnama, Pantai Rangkan, Pantai Pabean, Pantai Gumicik, hingga Pantai Lembeng guna mencari keberadaan korban maupun petunjuk yang dapat mendukung proses pencarian.
Operasi SAR ini melibatkan Basarnas, Ditpolairud Polda Bali, Satpolairud Polres Gianyar, SAR Brimob, Ditsamapta Polda Bali, TNI, serta personel Polsek Sukawati.
Kapolsek Sukawati, Kompol I Nyoman Wiranata, mengatakan pihaknya mengerahkan 12 personel untuk membantu penyisiran di wilayah pesisir yang menjadi bagian dari area pencarian.
“Kami menerjunkan 12 personel Polsek Sukawati untuk membantu tim gabungan melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai. Kami akan terus mendukung proses pencarian hingga korban ditemukan,” ujarnya.
Hingga Minggu siang, operasi pencarian masih terus berlangsung. Tim gabungan tetap melakukan penyisiran secara maksimal di wilayah perairan dan pesisir dengan harapan korban segera ditemukan. (Ina/kb)

















