
GIANYAR, Kilasbali.com – Meratapi rumah gosong, hati Ni Made Muklung (62) diduga benar-benar teriris, Senin (6/7) pagi.
Petugas Pemadam Kebakaran , Minggu (5/7) sore sudah berupaya maksimal, namun hanya mampu menghalangi rembetan api ke bangunan lainnya.
Kebakaran yang menimpa rumah warga Banjar Jasan, Sebatu, Tegallalang ini terjadi Minggu sore sekitar pukul 15.30 Wita, setelah seorang warga yang melintas melihat asap tebal disertai kobaran api dari rumah korban.
Informasi tersebut segera diteruskan kepada warga lainnya sehingga masyarakat berdatangan untuk memberikan pertolongan.
Namun, saat warga tiba, api sudah membesar dan menguasai hampir seluruh bangunan berukuran sekitar 7 x 7 meter.
Warga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sembari menunggu bantuan petugas pemadam kebakaran.
Dua unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Gianyar tiba sekitar pukul 17.20 Wita. Sekitar 20 menit kemudian, api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman. Meski rumah hangus terbakar, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp50 juta. Dugaan sementara, api berasal dari kelalaian saat menggunakan sumber api di dalam rumah yang kemudian memicu kebakaran.
Babinsa Desa Sebatu, Serma I Made Suparta, mengatakan pihaknya segera menuju lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Bersama aparat terkait, ia membantu pengamanan lokasi, mengatur jalannya penanganan, serta melakukan pendataan.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam menggunakan api di rumah. Kelalaian sekecil apa pun dapat memicu kebakaran yang menimbulkan kerugian besar,” ujarnya.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak mengajukan tuntutan kepada pihak mana pun. Situasi di lokasi tetap kondusif hingga seluruh proses pemadaman dan pendataan selesai dilakukan. (Ina/kb)

















