Memprihatinkan Gedung SDN 5 Buahan, Payangan

GIANYAR, Kilasbali.com – Termakan usia kondisi bangunan- SDN 5 Buahan terbilang cukup memprihatinkan. Bangunan mulai terlihat keropos dengan munculnya keretakan di sejumlah sudut, dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan siswa. Warga yang anak-anaknya sekolah di sana pun berharap ada renovasi atau pembangunan baru.
Pantauan, Rabu (8/10) sekolah yang berlokasi di Banjar Susut, Desa Buahan tersebut tampak rapuh. Dari keterangan yang diterima sekolah itu dulunya dibangun pada tahun 1982 atau sudah berusia 43 tahun. Dalam dasawarsa terakhir, tidak pernah ada perbaikan. Di sejumlah sudut tembok yang menjadi penyangga atap sudah pada retak hingga kerangka besi terlihat pecah berkarat.
Di bagian atap bangunan juga sudah keropos dan tiang bangunan ada yg lepas. Belum lagi plafon jebol dan beberapa retak dan setiap waktu berpotensi jebol. Para guru mengakui jika sekolah ini belum sempat dapat direhab sejak puluhan tahun. Sama dengan warga setempat, para guru juga mengkhawatirkan keselamatan anak didik dengan kondisi bangunan sekolah tersebut.
Pihak sekolah juga sempat mengajukan rehab, namun sampai sekarang tidak ada konfirmasi lebih lanjut dari Dinas Pendidikan. Namun, dari informasi, akan direnovasi di tahun 2026. Hanya saja informasi ini tidak jelas.
Kepala kewilayahan Susut, I Wayan Sudiantara secara terpisah membenarkan kondisi SDN 5 Buahan sudah keropos. “Saya pantau langsung berdasarkan keluhan warga, kondisi bangunan memang membahayakan anak anak. Ada plafon jebol, Tang penyangga lepas dan tembok pada pecah,”sebutnya.
Disisi lain bangunan juga sudah banyak yg bocor dan lantai Mengelupas. “Kalau musim hujan tidak ada penanganan maka siswa tidak bisa belajar dengan baik,” bebernya.
Dia berharap agar pemerintah dalam hal Dinas Pendidikan Gianyar segara turun melakukan pengecekan kelayakan bangunan. “Kita harap Pemerintah Gianyar segera merehab sekolah tersebut. Ini demi keselamatan dan kenyamanan anak -anak kami,” ujarnya.
Secara Terpisah, Sekda Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama saat dikonfirmasi mengatakan, di tahun 2025 ini, Dinas Pendidikan Gianyar tengah mendata sekolah-sekolah yang rusak di Kabupaten Gianyar.
Dirinya tak menampik bahwa ada sejumlah sekolah yang kondisinya memprihatinkan. “Bahkan dalam pendataan, ditemukan siswa yang belajar di lorong. Itu sudah kami data untuk dilakukan perbaikan,” tegasnya.
Pria yang baru menjabat sejak 1 September 2025 itu, menegaskan permasalahan sekolah rusak di Gianyar akan dituntaskan pada tahun 2026. “Kita siapkan anggaran perbaikan, per sekolah dapat anggaran perbaikan dari Rp 400 juta sampai Rp 1 miliar tergantung kerusakannya,” ujar Gus Bem. (ina/kb)

















