74 Siswa SRMP 17 Tabanan Segera Boyongan ke Karangasem

TABANAN, Kilasbali.com – Sebanyak 74 siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan rencananya akan boyongan ke Karangasem yang menjadi lingkungan belajar mereka yang baru.
Rencana boyongan itu dijadwalkan berlangsung pada 31 Juli mendatang hingga awal Agustus 2026.
Perpindahan ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat untuk memusatkan fasilitas sekolah rakyat atau SR secara permanen dalam satu kawasan terpadu.
Kepala SRMP 17 Tabanan, I Putu Jaya Negara, memastikan bahwa rencana perpindahan ini telah melalui tahap sosialisasi terhadap semua pihak terkait, terutama murid dan orang tuanya.
Menurutnya, sejauh ini belum ada laporan keberatan dari murid atau para orang tua mengenai rencana perpindahan itu.
“Tidak ada keberatan yang disampaikan. Karena sebelumnya sudah disosialisasikan dan dianggap semua sudah menyetujui,” tegas Jaya Negara pada Jumat (17/7).
Saat ini, puluhan siswa tersebut terpantau masih berada di rumah masing-masing sembari menunggu jadwal resmi perpindahan.
Begitu tiba di lokasi baru di Karangasem, para pelajar ini akan langsung menempati fasilitas yang tersedia untuk melanjutkan proses belajar mengajar secara normal.
Jaya Negara mengungkapkan, para siswa yang akan duduk di bangku kelas VIII nantinya akan dibagi ke dalam tiga rombongan belajar (rombel).
Ia mengeklaim, sesuai pantauan di lapangan, para murid justru memberikan respons positif dan tampak antusias untuk segera memulai kegiatan belajar di lingkungan yang baru.
“Belum ada laporan keberatan dari siswa. Justru kemungkinan mereka antusias,” imbuh Jaya Negara.
Untuk menunjang kualitas pendidikan di tempat baru, pihak sekolah sudah menyiapkan sejumlah perangkat teknologi seperti laptop dan smart board.
Perangkat teknologi itu juga akan ikut dipindahkan dari Tabanan menuju lokasi SR yang baru nantinya.
Namun, untuk sarana prasarana dasar seperti meja dan kursi, dipastikan tetap ditinggal di lokasi sekolah yang lama.
Selain perpindahan murid, sebelas tenaga pendidik juga dipastikan ikut berpindah tugas ke Karangasem untuk menjamin proses pembelajaran tetap berjalan optimal.
Dengan demikian, kegiatan pembelajaran dan bimbingan bagi para murid selama masa transisi di lokasi baru tetap memiliki kesinambungan dengan di lokasi sekolah lama.
“Pemindahan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan program Sekolah Rakyat, khususnya dalam menjangkau dan membina siswa dari keluarga kurang mampu secara lebih terintegrasi dan maksimal,” pungkasnya. (c/kb)

















