Koster Libatkan 12.942 Mahasiswa Bangun Desa se-Bali

DENPASAR, Kilasbali.com – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi meluncurkan Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (15/7).
Program ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Bali dalam memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi guna mempercepat pembangunan berbasis desa sebagai implementasi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.
Koster menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali, serta seluruh pimpinan perguruan tinggi di Bali yang telah berkolaborasi menghadirkan sebuah gerakan bersama untuk mempercepat pembangunan Bali berbasis desa melalui pengabdian masyarakat. Menurutnya, Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret untuk membumikan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.
Gubernur menegaskan bahwa pembangunan Bali tidak boleh hanya berpusat di kota maupun kawasan pariwisata, tetapi harus bertumbuh dari desa sebagai pondasi utama pembangunan daerah.
“Kita ingin memastikan bahwa pembangunan Bali tidak hanya berpusat di kota atau kawasan pariwisata saja, melainkan tumbuh subur dari akar rumputnya yaitu dari desa,” tegas Gubernur Koster.
Gubernur menjelaskan bahwa Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru bermakna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya guna mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia secara niskala dan sakala. Untuk mewujudkan visi tersebut diperlukan sinergi seluruh komponen bangsa melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan media.
“Pembangunan tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah. Kita memerlukan sinergi seluruh komponen bangsa melalui kolaborasi Pemerintah, Perguruan Tinggi, Dunia Usaha, Komunitas, dan Media,” ujarnya.
Menurut Koster, desa merupakan pondasi utama Bali. Di desalah kebudayaan dirawat, alam dijaga, dan manusia Bali dibentuk. Karena itu, melalui Program Desa Kerthi Bali Sejahtera, nilai-nilai luhur Sad Kerthi diintegrasikan ke dalam berbagai program kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa. Program ini juga menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan Pemerintah Provinsi Bali sehingga pembangunan dapat berjalan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera tahun ini melibatkan 39 perguruan tinggi di Bali, dengan 12.942 mahasiswa dan 953 dosen pembimbing lapangan yang akan mengabdi di desa-desa di seluruh Bali. Gubernur menilai jumlah tersebut merupakan kekuatan intelektual yang sangat besar apabila diarahkan untuk membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.
Kepada para mahasiswa, Gubernur Koster menitipkan empat pesan penting. Pertama, menjadi pembelajar yang rendah hati dengan hadir di tengah masyarakat untuk mendengar, memahami, dan bekerja bersama masyarakat. Kedua, menjadi problem solver yang mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan desa. Ketiga, menjadi inovator yang melahirkan berbagai terobosan sederhana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Keempat, menjadi future leader yang memiliki integritas, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong.
“Titiang berharap semua mahasiswa mampu meninggalkan jejak pengabdian yang nyata, bukan sekadar laporan kegiatan,” pesannya. (M/kb)

















