Disdukcapil Tabanan Kejar Aktivasi IKD untuk Dukung Digitalisasi Penyaluran Bansos

TABANAN, Kilasbali.com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tabanan melakukan aksi jemput bola aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) hingga ke rumah warga demi memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran.
Program ini dikebut menyusul adanya batas waktu pendaftaran digitalisasi bansos melalui portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang akan berakhir pada 31 Juli ini.
Tim gabungan dari Disdukcapil dan Dinas Kominfo Tabanan menyisir berbagai titik, mulai dari kantor desa hingga ruang publik seperti Pasar Senggol Tabanan.
Petugas secara langsung mendampingi warga melakukan aktivasi melalui telepon seluler masing-masing agar data kependudukan mereka segera terintegrasi untuk keperluan syarat bantuan pemerintah tersebut.
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Tabanan, I Gede Putu Jata Antara, menjelaskan bahwa layanan door to door ini merupakan strategi utama untuk mengejar target ploting bansos.
“Kami Disdukcapil mengejar target dengan membuka layanan pada ruang publik tempat berkumpulnya masyarakat. Salah satunya di Pasar Senggol Tabanan dan ke desa-desa,” ungkapnya.
Bagi warga yang ingin mandiri mendaftar di portal Perlinsos, kepemilikan IKD menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi.
Sementara itu, bagi penduduk yang belum memiliki perangkat ponsel pintar, pemerintah telah menyiagakan agen pendamping dari unsur kepala kewilayahan di setiap desa untuk memandu proses aktivasi.
Jata menambahkan, keterlibatan pimpinan kewilayahan sebagai agen bertujuan untuk mempercepat jangkauan layanan kepada masyarakat di tingkat akar rumput.
“Siapapun bisa menjadi agen, hanya saja untuk mempercepat proses IKD bagi masyarakat yang mendaftar sebagai penerima bansos. Sehingga unsur kawil dijadikan agen,” jelasnya.
Strategi jemput bola ini membuahkan hasil signifikan dengan adanya lonjakan jumlah warga yang beralih ke identitas digital di wilayah Tabanan.
Jika pada April 2026 lalu tercatat hanya 7.018 orang, kini per 28 Juli 2026, jumlah aktivasi melonjak drastis mencapai 15.943 warga atau sekitar 14,16 persen dari total penduduk.
Pihaknya meyakini angka tersebut akan terus bertambah seiring masifnya sosialisasi dan layanan di lapangan sebelum tenggat waktu pendaftaran bansos berakhir.
“Kami optimis akan mengalami penambahan warga Tabanan yang melakukan aktivasi IKD, mengingat tim Disdukcapil dan Diskominfo Tabanan tengah melakukan jemput bola saat ini,” tandasnya. (c/kb)
















