Dinding Jalan Belong–Tebuana di Taro Longsor 15 Meter

GIANYAR, Kilasbali.com – Seperti main petak umpat, belum genap sebulan perbaikan jalan ambrol di Jalan Banjar Belong menuju Banjar Tebuana, Desa Taro, Tegallalang, kini jebol lagi di titik berbeda. Padahal ruas jalan tersebut belum genap tiga bulan selesai diperbaiki.
Pantauan di lokasi, Kamis (5/3), badan jalan dilaporkan ambrol sepanjang kurang lebih 15 meter dengan kedalaman mencapai sekitar 70 centimeter. Kerusakan terjadi di dua titik berbeda, sehingga akses utama warga menuju Banjar Tebuana kini hanya bisa dilalui setengah badan jalan.
Dari keterangan salah seorang warga, Nyoman Sudarmika (50) di jalan sisi tebing ini, memang dikenal memiliki kontur tanah labil dan rawan longsor, terutama saat musim hujan dengan intensitas curah hujan tinggi.
Akibat kondisi tersebut, retakan juga mulai terlihat di beberapa bagian badan jalan di sekitar lokasi ambrol. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran warga, mengingat jalan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas harian masyarakat, termasuk mobilitas ke lahan pertanian, sekolah, serta distribusi kebutuhan pokok.
Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gianyar telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Garis pembatas dipasang di area yang terdampak guna mencegah kecelakaan dan memastikan keselamatan pengguna jalan.
Perbekel Desa Taro, I Wayan Warka, mengakui jika wilayahnya memang tergolong rawan longsor karena kondisi tanah yang labil, terlebih saat diguyur hujan deras dalam waktu cukup lama.
“Kami terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat cuaca buruk. Beberapa titik memang rawan, dan sekarang terjadi lagi ambrol di jalur Belong menuju Tebuana,” ujarnya.
Pihak desa berharap Dinas Pekerjaan Umum bersama kontraktor pelaksana dapat segera melakukan penanganan permanen, agar kerusakan tidak meluas dan mobilitas warga kembali lancar.
Hingga saat ini, arus lalu lintas di jalur tersebut masih bisa dilalui secara bergantian dengan sistem buka-tutup sederhana. Warga diimbau berhati-hati saat melintas, khususnya kendaraan roda empat dan kendaraan bermuatan berat, guna menghindari risiko ambles susulan.
Pemerintah desa juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan kajian teknis lebih lanjut, termasuk kemungkinan penguatan struktur tanah dan drainase, mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. (ina/kb)

















