
TABANAN, Kilasbali.com – Dinas Koperasi, UKM, dan Ketenagakerjaan (Diskop UKM-Naker) Tabanan hingga kini masih memantau perkembangan kondisi 14 Pekerja Migran Indonesia atau PMI asal Tabanan yang bekerja di kawasan Timur Tengah.
Langkah ini dilakukan menyusul memanasnya eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang dipicu perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran dan Israel.
Meskipun situasi di kawasan tersebut tengah bergejolak, Diskop UKM-Naker Tabanan memastikan hingga kini belum ada laporan mengenai kondisi darurat warga Tabanan di sana.
Fokus utama pengawasan saat ini diarahkan pada belasan warga yang tersebar di sejumlah negara penempatan.
Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja, Ni Putu Ayu Lily Ambariasih, menegaskan pihaknya terus memperbarui informasi melalui saluran diplomasi pemerintah pusat.
“Sampai saat ini kami belum menerima laporan dari pihak manapun terkait kondisi mereka,” ujar Lily Ambariasih pada Selasa (3/3).
Berdasarkan data resmi, sebagian besar PMI asal Tabanan tersebut bekerja di sektor darat, khususnya pada bidang jasa seperti terapis spa dan pramusaji restoran.
Sebanyak 12 orang tercatat berangkat pada periode Februari hingga Desember 2025. Selanjutnya di awal 2026, ada dua PMI perempuan lainnya diberangkatkan ke Yordania dan Uni Emirat Arab.
Koordinasi intensif Diskop UKM-Naker Tabanan ini satu di antaranya dilakukan dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI.
Bila melihat pengalaman saat konflik Rusia-Ukraina terjadi pada 2022, informasi detail mengenai kondisi PMI biasanya baru diterima sekitar sepuluh hari setelah pecahnya konflik.
Sembari menunggu kabar dari saluran resmi, pihaknya mengimbau keluarga dari PMI asal Tabanan yang bekerja di Timur Tengah untuk tidak terpancing isu atau informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Selain itu, pihaknya juga menganjurkan pihak keluarga untuk berkomunikasi secara intensif dengan anggotanya yang bekerja sebagai PMI di kawasan Timur Tengah untuk mendapatkan informasi yang lebih pasti.
“Kami minta keluarga tetap tenang dan selalu mencari informasi dari sumber resmi. Jika memerlukan bantuan, segera laporkan ke Dinas Koperasi, UKM, dan Ketenagakerjaan Tabanan,” pungkasnya.
Selain itu, pihaknya juga dalam posisi siaga untuk melakukan langkah penjemputan atau evakuasi darurat bila sewaktu-waktu dilakukan. (c/kb)

















