AMDK Gianyar Hentikan Produksi Air Kemasan di Bawah 1 Liter

GIANYAR, Kilasbali.com – Mendukung program Gubernur Bali dalam menanggulangi masalah sampah plastik sekali pakai, Perusda Air Minum Tirta Sanjiwani Gianyar melaksanakan respon cepat.
Perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) milik Perusda ini langsung menghentikan produksi air minum kemasan di bawah 1 liter.
Dirut Perusda Air Minum Tirta Sanjiwani Gianyar, I Wayan Suastika, Selasa (15/7) menjelaskan, bahwa pihaknya searah dengan kebijakan Pemprov Bali terkait larangan produksi air di bawah 1 liter.
Karena itu, pihaknya saat ini sudah tidak memproduksi air di bawah 1 liter. Adapun air minum di bawah 1 liter berlabel ‘Be Gianyar’ itu, merupakan stok lama.
“Kita searah dengan kebijakan Pemprov, saat ini hanya menghabiskan stok, sudah tidak produksi lagi kemasan di bawah satu liter, saat ini kita lebih banyak memproduksi air galon,” ujarnya.
Diketahui, air mineral Be Gianyar ini, merupakan perusahaan milik Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani, yang dirancang untuk menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gianyar. AMDK ini menelan anggaran sekitar Rp 19 miliar yang telah beroperasi sejak Februari 2021.
Pabrik AMDK yang berdiri di Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali ini memiliki tujuh unit mesin produksi, diantaranya, mesin galon yang dapat menghasilkan 270-300 galon per jam.
Mesin cup kemasan 240 mililiter (ml) yang dapat menghasilkan 160 dus per jam, mesin botol kemasan 330 ml yang menghasilkan 10 ribu – 12 ribu botol per jam.
Mesin botol kemasan 600 ml yang dapat menghasilkan 8.000 botol per jam. Mesin botol kemasan 1500 ml yang menghasilkan 4000-5000 botol per jam. Mesin botol beling kemasan 500 ml yang dapat menghasilkan 4500-5000 botol per jam.
Air yang dijual, bersumber dari sumber air belahan paras yang diklaim betul-betul murni, jernih dan betul-betul tersaring oleh batu padas atau paras.Selama ini, Be Gianyar memiliki tiga jenis kemasan air mineral, diantaranya kemasan cup, kemasan botol dengan ukuran kemasan 330 mililiter, 600ml, 1.500 ml dan kemasan galon.
“Saat ini kita lebih banyak memproduksi air galon,” ujar Suastika. (ina/kb)

















