Pasar Taman Sari Segera Dirombak Lebih Modern untuk Imbangi Taman Perjuangan Singasana

TABANAN, Kilasbali.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan akan segera merombak Pasar Taman Sari yang ada di barat Taman Perjuangan Singasana, Desa Delod Peken, mulai Juni 2026.
Proyek penataan ini mengusung konsep modern untuk mengimbangi Taman Perjuangan Singasana yang ada di sebelah timurnya.
Karena itu, nantinya perombakan akan dilengkapi dengan keberadaan bangunan ikonik berbentuk perahu atau kapal di lantai dua.
Perombakan pasar itu didanai melalui APBD Tabanan sebesar Rp 6.844.579.000 dan ditargetkan tuntas sekitar November atau Desember 2026.
Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Gde Partana, mengungkapkan bahwa revitalisasi dilakukan karena kondisi pasar saat ini dinilai sudah tidak representatif.
Kerusakan paling parah terjadi pada sisi timur. Di bagian itu banyak bagian atapnya yang bocor dan sering menyebabkan area pasar becek saat musim hujan.
“Bangunan akan dibuat lebih modern. Lantai dasar tetap difungsikan sebagai pasar, sedangkan lantai dua akan dibangun struktur berbentuk perahu yang dimanfaatkan sebagai coffee shop,” ujar Partana pada Rabu (27/5).
Partana menjelaskan, konsep bangunan berbentuk perahu tersebut merupakan arahan langsung dari Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya.
Keberadaan bangunan perahu itu akan melengkapi estetika Taman Perjuangan Singasana yang ada di sisi timurnya.
Taman Perjuangan Singasana sendiri sekarang sudah dilengkapi dengan replika pesawat tempur, tank, dan patung pasukan perang.
“Konsep ini diharapkan menciptakan keselarasan kawasan, termasuk dari sisi estetika melalui ornamen bangunan,” jelasnya.
Saat ini, proyek penataan Pasar Taman Sari sedang menunggu penyelesaian proses administrasi lelang.
Penataan akan difokuskan pada dua area utama, terutama pada bagian bangunan yang mengalami kerusakan berat. “Awal Juni 2026 kita target sudah mulai pengerjaan fisik,” imbuhnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Tabanan, I Gede Sukanada, memastikan rencana ini sudah disosialisasikan kepada para pedagang.
Selama masa pengerjaan fisik berlangsung, para pedagang akan direlokasi sementara ke area sebelah utara pasar.
Sukanada menyebutkan bahwa dari total 70 pedagang, terdapat 38 orang yang aktif berjualan setiap harinya.
Ia memastikan proses penataan ini tidak akan mengganggu aktivitas ekonomi warga karena waktu transaksi di pasar tersebut relatif singkat.
“Relokasi sudah siap dan pedagang juga sudah menyanggupi. Aktivitas mereka juga tidak berlangsung seharian, karena umumnya transaksi selesai sekitar pukul 07.00 pagi,” kata Sukadana. (c/kb)

















