Pencahayaan Jadi Penentu Bisnis Hospitality, EB 2026 Usung Tema ‘PASAR Malam’

GIANYAR, Kilasbali.com – Industri pencahayaan profesional atau lighting dinilai masih sering diposisikan sebagai elemen pelengkap dalam pembangunan proyek hospitality.
Padahal, tata cahaya disebut memiliki pengaruh besar terhadap pengalaman manusia hingga performa bisnis sebuah ruang. Diskusi media gathering Enlightened Bali ( EB) 2026 di Masa Masa, Gianyar.
Kesadaran itu menjadi dasar hadirnya Enlightened Bali 2026 yang tahun ini mengusung tema “PASAR Malam”. Platform ini tidak hanya menjadi ajang industri, tetapi juga ruang kolaborasi antara desain, teknologi, budaya, bisnis, dan pengalaman manusia dalam sebuah ruang.
Robby Permana Mannas menegaskan pencahayaan memiliki dampak langsung terhadap kualitas sebuah proyek pengembangan.
“Pencahayaan memiliki kekuatan untuk mengangkat atau justru menghancurkan sebuah proyek pengembangan. Ia berperan langsung terhadap kualitas pengalaman manusia di dalam sebuah bangunan,” ujarnya.
Menurutnya, lighting seharusnya dipandang sebagai investasi fundamental yang dirancang sejak awal proyek, bukan sekadar sentuhan akhir.
Tema “PASAR Malam” dipilih karena dianggap merepresentasikan budaya Asia yang hangat, hidup, sosial, dan sarat emosi. Konsep tersebut dinilai relevan dengan industri hospitality modern yang kini lebih menitikberatkan pengalaman emosional pengunjung dibanding sekadar estetika visual.
Abdi Ahsan menyebut Enlightened Bali hadir sebagai gerakan untuk mengubah cara pandang industri terhadap pencahayaan.
“Ini adalah argumen terstruktur bahwa cahaya layak mendapatkan posisi yang berbeda dan lebih terhormat dalam proses desain,” katanya.
Sementara itu, Diva Anadria menjelaskan industri hospitality pada dasarnya sangat dipengaruhi faktor emosional.
“Manusia mungkin berpikir mereka mengambil keputusan secara rasional, padahal hospitality sepenuhnya tentang emosi. Sebelum tamu mengingat makanan atau interiornya, mereka akan mengingat bagaimana ruang tersebut membuat mereka merasa,” jelasnya.
Enlightened Bali 2026 akan menghadirkan para profesional lighting, arsitek, operator hospitality, hingga pelaku industri kreatif dari berbagai negara seperti Inggris, Singapura, Jepang, Australia, dan sejumlah negara Asia lainnya.
Sejumlah brand internasional juga telah bergabung mendukung agenda ini, di antaranya PROLICHT, ModuleX, CASAMBI, Helvar, WAC Lighting, dan DUA Lighting.
Melalui kolaborasi tersebut, Enlightened Bali berharap dapat membangun kesadaran bahwa masa depan ruang hospitality tidak hanya ditentukan oleh bentuk bangunan, tetapi juga oleh suasana dan pengalaman yang dirasakan manusia di dalamnya. (ina/kb)

















