Salak Merah dan Madu di Tabanan Mulai Dilabeli TNRS

TABANAN, Kilasbali.com – Dua varietas buah lokal unggulan asal Desa Munduktemu, Kecamatan Pupuan, yakni Salak Merah dan Salak Madu, kini resmi mengantongi Tanda Nomor Register Sementara (TNRS).
Pemasangan label identitas ini merupakan rangkaian dari tahapan yang sedang dilalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan untuk memberi perlindungan hukum sekaligus meningkatkan nilai ekonomi plasma nutfah asli daerah.
Proses pemasangan label TNRS tersebut dilakukan secara simbolis pada tanaman Salak Merah yang berlokasi di Banjar Kebonjero, Desa Munduktemu, pada Rabu (10/6).
Kegiatan ini difasilitasi langsung oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Tabanan dengan pendampingan teknis dari jajaran Kecamatan Pupuan serta Dinas Pertanian (Distan).
Perencana Ahli Muda Brida Tabanan, Ida Ayu Ketut Wardiani, menjelaskan bahwa penyematan status tersebut merupakan syarat mutlak dalam prosedur pelepasan varietas tanaman.
Sebelum label diterbitkan, kedua jenis salak itu sudah melewati serangkaian pengujian ketat oleh Balai Pengawasan, Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali.
“Register sementara ini diterbitkan berdasarkan hasil penilaian rumpun induk hortikultura. Ini menjadi salah satu tahapan penting menuju pelepasan varietas tanaman,” jelasnya pada Jumat (12/6).
Wardiani selanjutnya mengungkapkan, Brida saat ini sedang berupaya memfasilitasi pendaftaran berbagai komoditas unggulan lainnya, termasuk durian dan varietas salak lain.
Meski demikian, untuk saat ini baru Salak Madu dan Salak Merah yang proses pelepasannya sudah berjalan sesuai tahapan administratif dan teknis yang ditentukan.
Selain komoditas salak, Tabanan sebelumnya telah mengamankan delapan Tanda Daftar Varietas Tanaman untuk durian asal Desa Jelijih Punggang dan Desa Mundeh Kauh pada tahun lalu.
Pemerintah daerah menargetkan lebih banyak varietas lokal yang mendapatkan pengakuan resmi untuk memperkuat daya saing sektor pertanian di kancah yang lebih luas.
Selain terlindungi sebagai kekayaan hayati, Salak Merah dan Salak Madu dari wilayah Pupuan juga bisa menjadi komoditas premium. (c/kb)

















