Ombak di Pesisir Gianyar Mulai Stabil

GIANYAR, Kilasbali.com – Setelah beberapa pekan diterjang ombak pasang dan angin kencang, kini kondisi air laut di pesisir Gianyar mulai stabil. Walaupun masih ada guyuran hujan, hanya sebentar kemudian berlalu tanpa mengusik ombak. Kondisi ini membuat nelayan mulai melaut dan sejumlah pemancing pun mulai berdatangan.
Kondisi ini sangat terbalik dengan dua pekan sebelumnya dimana ombak pasang dan angin kencang hampir setiap hari menerjang. Sejumlah warga pesisir pun sudah beraktivitas seperti biasanya. Namun demikian, petugas BPBD tetap bersiaga dan berpatroli rutin serta melaporkan cuaca secara berkala.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, Senin (24/) membenarkan bahwa saat ini cuaca telah mulai membaik.
Seperti pada data BPBD Gianyar per Senin ini, pihaknya yang menugaskan Tim Balawista untuk berjaga di pantai, melaporkan bahwa kondisi ombak tenang.
“Kondisi ombak sudah tenang, tidak ganas lagi. Ini berdasarkan laporan dari Balawista yang kami tugaskan berjaga di sepanjang pantai di Kabupaten Gianyar,” ujar Dibya.
Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau supaya masyarakat waspada. Sejauh pantauannya, sejak sepekan ini kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana sudah tumbuh.
Hal tersebut terlihat dari maraknya pemangkasan pohon besar di banjar-banjar, untuk antisipasi dahan patah dan pohon tumbang.
“Kesadaran masyarakat terhadap bencana sudah mulai tumbuh. Banyak terlihat adanya pemangkasan pohon-pohonnya besar, seperti beringin dan permintaan pemangkasan pohon perindang jalan yang besar juga cukup tinggi,” ujar Dibya.
Tenangnya ombak saat ini, sangat disyukuri oleh pemancing. Salah satunya I Kadek Agus Arimbawa. Kata dia, sejak sepakan ini dirinya dan teman-temannya telah bisa memancing ke tengah laut. Bagusnya lagi, selain ombak tenang, ikan-ikan juga banyak naik ke permukaan. “Sejak sepekan kami sudah bisa memancing, ikan-ikan juga ada,” ujarnya.
Namun setelah badai ini, yang menjadi kendala adalah banyaknya sampah non organik di tengah laut. Sebab terbawa oleh aliran sungai. “Kendala kita cuma banyaknya sampah. Seperti biasa, setelah badai, pasti ada banyak sampah di laut. Hal ini hanya bisa dihilangkan dengan cara masyarakat tidak membuang sampah ke sungai,” tandasnya. (ina/kb)

















