Proyek Tanggul di Pantai Ketewel Terkendala Ombak Pasang

GIANYAR, Kilasbali.com – Harapan warga Pantai Gumicik, Desa Ketewel, Sukawati agar pemasangan tanggul penahan abrasi, akhirnya terpenuhi. Namun sayang, pengerjaannya di awal tidak bisa berjalan lancar lantaran gelombang dan ombak tinggi.
Saat ini proyek sudah berjalan sekitar 70% dan sesuai jadwal mestinya pertengahan September sudah tuntas. Namun karena kendala gelombang, penyelesaian dipastikan molor.
Salah satu warga yang juga pembina nelayan di Pantai Gumicik, I Wayan Puja yang akrab dipanggil Nang Uja, Selasa (17/8/2021) menyebutkan sepekan terakhir gelombang tinggi, sehingga pekerjaan kontruksi terhenti.
Disebutkannya, ketika gelombang tinggi, pekerja konstruksi kesulitan memasang batu dan beresiko terhadap alat berat tersapu gelombang.
“Itu yang saya amati di lapangan, kondisi medan tidak berat, hanya saat ini musim gelombang tinggi,” ujarnya.
Namuan syukurnya, khususnya para nelayan adalah dibuatkannya tambatan perahu untuk 75 nelayan di sana, sehingga nelayan Gumicik nantinya tidak perlu lagi menitipkan perahu nelayannya di pantai lain.
“Sebelumnya perahu di tambatkan di sisi muara sungai, inipun beresiko saat banjir perahu berbenturan dengan perahu lain, dengan dibuatkan tambatan perahu, kami sangat antusias,” jelasnya.
Penahan abrasi ini menyambungkan krib antara Denpasar (wilayah Padang Galak) sampai perairan Gianyar dengan panjang sekitar 500 meter.
Lanjutnya, selama pekerjaan kontruksi, nelayan Pantai Gumicik tidak melaut. Bahkan sudah sejak 4 bulan lalu nelayan tidak melaut.
Walau demikan, nelayan di sana sangat antusias dengan adanya proyek tanggul pantai tersebut, selain sebagai penahan abrasi, juga akan dibuatkan tempat tambatan perahu.
Di pantai tersebut, ada sekitar 50an nelayan aktif dan hasil tangkapan ikan yang terkenal adalah ikan anyar Gumicik. (ina/kb)

















