PWI Tabanan Gelar Pelatihan dan Penguatan Kehumasan OPD

TABANAN, Kilasbali.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tabanan menggelar Pelatihan Kehumasan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Rapat Utama Jayaning Singasana pada Rabu (23/9).
Kegiatan pelatihan yang diikuti 50 peserta perwakilan staf humas OPD dan instansi vertikal ini dibuka secara resmi oleh Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya.
Tidak hanya OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, kegiatan ini juga diikuti instansi vertikal, perumda, serta sejumlah manajemen Daya Tarik Wisata (DTW).
Ketua PWI Tabanan sekaligus Ketua Panitia Acara Pelatihan, Dewi Puspawati, menyampaikan bahwa agenda penguatan kapasitas ini dirancang sebagai komitmen PWI dalam memacu kemampuan personel kehumasan lingkungan Pemkab Tabanan.
“Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan staf kehumasan dalam mengelola komunikasi publik, menyusun informasi yang informatif dan menarik, serta memperkuat kemitraan antara pers dan pemerintah,” ujar Dewi.
Bupati Sanjaya menyambut baik inisiatif penyelenggaraan pelatihan kehumasan tersebut.
Ia menekankan, praktisi humas pemerintah di era digitalisasi dituntut memahami aturan hukum serta menyajikan fakta pembangunan secara objektif kepada publik.
“Di era digitalisasi saat ini, kita butuh informasi yang profesional, edukatif, dan existing atau apa adanya sesuai realita pembangunan, bukan berita yang bombastis atau dibuat-buat,” kata Sanjaya.
Sanjaya turut mengimbau agar jajaran OPD hingga aparatur pemerintahan desa dibekali pemahaman jurnalistik dasar yang sama.
Selain itu, Pemkab Tabanan terus berkomitmen menata kawasan perkotaan dan perdesaan secara seimbang di tengah keterbatasan anggaran daerah.
“Meskipun kemampuan fiskal kita terbatas, kita tetap konsisten dengan prinsip walaupun modal tipis, tetap eksis. Kita terus bersolek menata wajah kota dan membangun desa agar Tabanan semakin cantik, aman, unggul, dan madani,” lanjutnya.
Di sisi lain, Ketua PWI Bali, I Wayan Dira Arsana, mengapresiasi kepemimpinan Bupati Sanjaya dan menyoroti pergeseran peran humas pemerintah.
Menurutnya, humas kini wajib menguasai pemetaan data untuk menetralkan hoaks di tengah derasnya arus investasi daerah.
“Humas sekarang tidak hanya dituntut cakap menulis, tetapi juga harus mampu memetakan mana informasi yang layak, pantas, serta perlu diklarifikasi. Di tengah tingginya arus investasi dan dinamika informasi di Tabanan, sinergi antara humas dan wartawan menjadi kunci untuk menetralkan hoaks demi menjaga citra positif daerah,” terang Dira Arsana.
Usai sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari tiga narasumber kehumasan.
Sekretaris Diskominfo Kabupaten Tabanan I Gusti Putu Winiantara membagikan tiga langkah strategis pencegahan disinformasi, yakni konsolidasi data internal, optimalisasi situs web resmi sebagai basis data publik, serta transparansi pemberitaan bernilai edukasi.
Selaras dengan hal tersebut, Ketua Dewan Kehormatan PWI Bali, IGMB Dwikora Putra, mengingatkan bahwa jajaran humas pemerintah dan wartawan berada pada pijakan pelayanan yang sama untuk masyarakat.
“Teman-teman di pemerintahan dan media sama-sama bekerja untuk publik. Objek dan subjek yang dilayani itu sama, yaitu masyarakat. Mestinya kita adalah partner. Ketika tidak sepakat atau berdebat, itu hal yang wajar karena sudut pandang yang berbeda, namun yang terpenting adalah keselarasan dan kejujuran,” tutur Dwikora.
Sesi pembekalan ditutup oleh Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Bali Arief Wibisono yang membedah teknik penulisan siaran pers berbasis struktur piramida terbalik dan penguatan kutipan pejabat.
Rangkaian acara ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila, perwakilan DPRD Tabanan, unsur Forkopimda, serta pimpinan instansi vertikal se-Kabupaten Tabanan. (c/kb)

















