
TABANAN, Kilasbali.com – Seorang nelayan asal Banjar Dinas Yeh Bakung, I Nyoman Wiratmaja (56), yang sempat dilaporkan hilang terseret arus laut di Pantai Yeh Bakung akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah korban ditemukan terdampar di pesisir pantai tetangga setelah proses pencarian semalaman oleh warga dan aparat sejak Selasa (29/9) malam.
Korban sebelumnya dilaporkan lenyap secara mendadak saat mencari ikan di Pantai Yeh Bakung pada Selasa (29/9) malam sekitar pukul 20.00 Wita.
Sebelum peristiwa tragis itu terjadi, Wiratmaja diketahui berangkat dari rumahnya menuju pantai sekitar pukul 19.00 Wita.
Aktivitas menangkap ikan malam itu juga dilakukan oleh rekan korban, I Gusti Ngurah Sukarma (60), yang berada pada posisi terpaut jarak sekitar 25 meter.
Sukarma mendadak menaruh curiga setelah memergoki senter milik Wiratmaja tergeletak dalam kondisi menyala di tepi pasir pantai tanpa ada pemiliknya.
Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, pada Rabu (30/9) mengonfirmasi penemuan jenazah nelayan tersebut.
Ia menyebutkan, saksi sempat berusaha mencari korban di sekitar pesisir hingga ke rumahnya.
“Saksi mengira korban sudah pulang ke rumah. Akhirnya saksi mengecek ke rumah korban. Namun korban tetap tidak ditemukan,” ujar Wiwik.
Lantaran tidak membuahkan hasil, saksi lantas meneruskan kejadian ini ke kepala wilayah setempat hingga petugas Polsek Selemadeg Barat.
Tim gabungan yang terdiri dari warga setempat bersama aparat kepolisian bergegas menyisir wilayah perairan pesisir.
“Dugaannya korban hilang terseret arus laut saat tengah menjaring ikan. Selain itu korban kurang memperhitungkan kondisi air laut yang sedang pasang sehingga terseret arus pesisir,” ungkap Wiwik.
Upaya pencarian maraton yang berlangsung hingga dini hari akhirnya membuahkan titik terang pada Rabu (30/9) sekitar pukul 05.00 Wita.
Wiratmaja ditemukan sudah tidak bernyawa di hamparan pantai kawasan tetangga.
“Lokasi penemuan korban di pinggir pantai Mekayu, Banjar Dinas Mekayu, Desa Lalanglinggah, tepatnya disebelah selatan SD N 3 Lalanglinggah,” jelas Wiwik.
Saat dievakuasi dari tepi pantai, jasad pria paruh baya tersebut berada dalam kondisi penuh luka pada area wajah.
Luka fisik tersebut disinyalir akibat hempasan ombak keras yang menghempaskan tubuh korban hingga terbentur batuan karang laut.
Pihak kepolisian memastikan jasad korban kini telah disemayamkan di rumah duka usai diserahkan kepada pihak keluarga.
“Saat ini jenazah korban sudah dipulangkan ke rumah duka di Banjar Dinas Yeh Bakung, Desa Lalanglinggah. Dan, keluarga sudah secara ikhlas menerima kepergian korban,” pungkas Wiwik. (c/kb)

















