
SINGARAJA, Kilasbali.com — Putu Andhika Arya Pratama didapuk jabat Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai PDI Perjuangan Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng-Bali, masa Bhakti 2025-2030.
Pria jebolan William Blue College Australia itu, putuskan ikuti jejak sang ayah ngayah (mengabdi) di jalur politik.
Andhika merupakan putra sulung dari dua bersaudara pasangan suami-istri Jro Mangku Nyoman Arya Astawa dan Komang Karniati.
Pengukuhan Andhika dilakukan bersamaan dengan pelantikan seluruh pengurus PAC Buleleng dalam agenda Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan Buleleng, pada Minggu, 4 Januari 2026 lalu.
Keputusan untuk terjun mengabdi di dunia politik pada usia 25 tahun, rupanya tidak lepas dari peran sang ayah, Nyoman Arya Astawa yang akrab disapa Mang Dauh.
Pemilik usaha Villa Nyoman itu, di kalangan masyarakat Kabupaten Buleleng dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat. Semangat keikhlasan dan welas asih ayahnya kepada sesama itulah yang kemudian mendorong Andhika melangkah melalui jalur politik.
“Sempat mikir, agak dilema, mikirnya itu soal tanggungjawab. Khusus di wilayah Kecamatan Banjar itu, ada 17 desa, artinya terdapat 17 ranting dalam satu kecamatan. Tentunya lumayan berat ya mengemban sebuah amanah dan kepercayaan. Namun, karena ayah menuntut harus berani tampil pimpin organisasi serta memberikan pencerahan tentang swadharma (kewajiban) sebagai umat Hindu untuk ngayah, salah satunya lewat jalur politik. Jadi, bekal restu itu, bulat tekad mengemban amanah tersebut,” kata Andhika.
Selaku Ketua PAC Kecamatan Banjar yang baru dilantik, Andika menegaskan ingin memperluas jaringan dengan keterlibatan generasi muda.
“Masa depan sebuah partai sangat ditentukan oleh kesiapan sumber dayanya manusia khususnya para kader muda. Program terdekat, tentu mengajak anak-anak muda untuk ikut terlibat, menggali potensi mereka, dan menyiapkan kader-kader muda potensial,” jelasnya.
Jangka panjang, Andhika menargetkan mengembalikan kejayaan PDI Perjuangan di Kecamatan Banjar.
“Salah satu strateginya pada inovasi, pendekatan humanis, serta optimalisasi peran kader muda. Astungkara, upaya itu bisa mengembalikan kejayaan PDI Perjuangan di Kecamatan Banjar,” terangnya.
Sementara, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna, menyampaikan bahwa susunan kepengurusan PAC saat ini dirancang dengan mengombinasikan kader muda dan kader senior.
Kader senior dipandang memiliki pengalaman dan loyalitas yang mampu menjadi penyangga sekaligus pembimbing bagi kader muda. Formasi itu disiapkan untuk menjalankan agenda-agenda strategis partai, termasuk konsolidasi dan pemenangan politik ke depan. Ia juga menekankan pentingnya kerja nyata kader di tengah masyarakat dengan keberpihakan yang jelas kepada rakyat kecil.
“Kita harus terus bekerja dan turun ke bawah, menyatukan langkah dan visi untuk masyarakat Buleleng, khususnya berpihak kepada wong cilik,” tegasnya.
Supriatna mengingatkan, seluruh jajaran pengurus agar tetap disiplin terhadap garis instruksi partai serta menjaga soliditas internal.
“Status PDI Perjuangan sebagai partai pemenang di Buleleng, harus dijaga melalui kerja kolektif dan konsisten agar ke depan PDI Perjuangan tetap berada di hati masyarakat,” pungkasnya. (Ard/kb)

















