HUT Kota Singasana Ke-532 Berlangsung Sebulan Penuh dengan Biaya Rp 3,2 Miliar

TABANAN, Kilasbali.com – Perayaan Hari Ulang Tahun atau HUT Kota Singasana Ke-532 akan berlangsung selama sebulan penuh dengan biaya yang mencapai Rp 3,2 miliar.
Selain dimeriahkan seniman dan artis lokal, perayaan HUT Kota Singasana juga akan diramaikan dengan kehadiran artis nasional.
Artis tersebut masih dirahasiakan identitasnya agar menjadi kejutan bagi masyarakat Tabanan. Tak hanya itu, aktivitas kuliner akan mewarnai perayaan dengan melibatkan pelaku UMKM.
Ketua Panitia HUT Kota Singasana, I Gusti Made Darma Arianta, menyebutkan bahwa pihaknya masih memfinalisasikan rancangan kegiatan perayaan tersebut.
Ia mengatakan, dalam waktu dekat, pihaknya di kepanitiaan akan berkoordinasi dengan Bupati Tabanan terkait rancangan kegiatan final perayaan tersebut.
“Kami masih memfinalkan,” jelas Darma Arianta yang juga Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Tabanan tersebut pada Selasa (7/10).
Secara garis besar, sambungnya, perayaan HUT Kota Singasana digelar selama satu bulan dengan anggaran atau biaya mencapai Rp 3,2 miliar.
Bila dibandingkan dengan perayaan tahun lalu, menurutnya anggaran dalam perayaan kali ini relatif besar. “Kalau tidak salah anggarannya Rp 3,2 miliar untuk 2025,” jelasnya.
Secara terpisah, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menegaskan bahwa perayaan HUT Kota Singasana tidak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Yang terpenting, perayaannya dilaksanakan dengan tetap memperhatikan kemampuan daerah,” kata Sanjaya.
Pada intinya, sambung Sanjaya, perayaan HUT Kota Singasana tidak lepas dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti pangan, sandang, papan, pelestarian budaya, pariwisata, dan pendidikan.
“Perayaan kali ini kami gotong royong karena sudah ada juga CSR yang ikut berkontribusi menyumbang tarian hingga musik,” jelasnya.
Di samping itu, perayaan HUT Kota Singasana Ke-532 juga akan memanfaatkan berbagai fasilitas publik yang telah terbangun.
Fasilitas itu antara lain gedung kesenian I Ketut Maria, panggung terbuka Garuda Wisnu Singasana, lapangan Alit Saputra, hingga Taman Perjuangan Singasana. “Sekarang sudah banyak tempat untuk pagelaran,” pungkasnya. (c/kb)

















