Dinas Persip Tabanan Berhasil Identifikasi 6 Lontar Kuno, Sebagiannya Sudah Rusak

TABANAN, Kilasbali.com – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Persip) Tabanan berhasil mengidentifikasi enam naskah lontar kuno dalam misi penyelamatan warisan budaya leluhur.
Sayangnya, dalam proses penelusuran tersebut, petugas menemukan sejumlah naskah dalam kondisi memprihatinkan, mulai dari rusak berat hingga bagian ujungnya yang hangus terbakar.
Kegiatan identifikasi ini merupakan bagian dari target penelusuran 16 naskah kuno yang dicanangkan Dinas Persip Tabanan sepanjang tahun ini.
Sejauh ini, tim bentukan dinas telah menyisir keberadaan naskah-naskah tersebut langsung ke tengah masyarakat guna memetakan isi, pemilik, serta kondisi fisiknya secara detail.
Kepala Dinas Persip Tabanan, I Nyoman Putra, menjelaskan bahwa penelusuran dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pendataan, hingga digitalisasi.
Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya menjaga naskah kuno yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Fakta di lapangan menunjukkan banyak naskah yang hanya disimpan sebagai benda sakral tanpa pernah dibaca atau dirawat secara rutin oleh pemiliknya.
Akibatnya, lontar-lontar tersebut rentan mengalami pelapukan dan kerusakan fisik karena biasanya hanya dikeluarkan saat hari raya keagamaan tertentu saja.
“Setelah ditelusuri, ada beberapa naskah kondisinya rusak berat. Bahkan ada yang bagian ujung-ujung lontarnya terbakar,” ungkap Putra pada Minggu (9/8).
Selain naskah umum, tim identifikasi juga menemukan beberapa koleksi yang bersifat sangat tertutup, seperti naskah usada atau teks pengobatan tradisional khusus.
Terkait temuan tersebut, pihak dinas berkomitmen untuk tetap menghormati aspek kerahasiaan naskah dan tidak akan mempublikasikannya secara luas.
“Ada juga naskah kuno yang sifatnya rahasia berupa usada khusus. Yang model begini tidak untuk dipublikasikan,” tegas Putra.
Sebagai langkah tindak lanjut, naskah-naskah yang telah berhasil teridentifikasi ini nantinya akan didaftarkan secara resmi ke Perpustakaan Nasional.
Pemerintah daerah juga berencana membangun pangkalan data naskah kuno sebagai bagian dari upaya pelestarian pengetahuan leluhur yang berkelanjutan di Tabanan. (c/kb)

















