
TABANAN, Kilasbali.com – Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan atau Forkompimcam dan Forum Perbekel Se-Kecamatan Baturiti sepakat mengintensifkan kembali ronda malam dan sistem keamanan lingkungan (siskamling) di seluruh desa.
Ini dilakukan sebagai upaya mencegah insiden di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti yang mengakibatkan seorang terduga maling ayam tewas akibat diamuk massa beberapa waktu lalu.
Hal itu disepakati dalam rapat antara Forkompimcam dan para perbekel dan sepuluh perbekel di Kantor Camat Baturiti pada Jumat (31/7). Rapat itu turut dihadiri Kapolsek Baturiti, Danramil 1619-07 Baturiti.
Perbekel Desa Batunya, I Made Riasa, menyatakan bahwa seluruh kepala desa telah berkomitmen untuk meningkatkan kewaspadaan warga melalui jalur edukasi.
Fokus utamanya adalah memastikan setiap desa aktif menjaga kondusivitas wilayahnya masing-masing secara kolektif agar keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga.
“Kami semua sepakat untuk masing-masing desa memberikan edukasi dan imbauan kepada warga untuk tetap waspada bersama-sama saling menjaga wilayah masing-masing,” ujar Riasa usai rapat.
Kesepakatan itu ditindaklanjuti dengan pengaktifan kembali jadwal ronda pada jam-jam rawan terjadinya aksi pencurian.
Aktivitas siskamling ini difungsikan sebagai benteng pertahanan pertama desa sekaligus upaya preventif agar warga tidak lagi melakukan tindakan main hakim sendiri yang melanggar hukum.
“Pasca kejadian di Jewuk Legi tetap berjaga untuk mengantisipasi hal-hal tidak dinginkan. Kami pun juga tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dari setiap kejadian,” jelasnya.
Terkait dampak hukum pasca-insiden tersebut, Riasa menyebut pihaknya membuka peluang untuk melakukan langkah mediasi dengan tokoh maupun keluarga terduga pelaku asal Buleleng.
Langkah ini dilakukan agar persoalan sosial yang terjadi dapat diselesaikan secara damai tanpa mengabaikan proses hukum yang sedang bergulir bagi lima tersangka pengeroyokan.
“Kami mewakili masyarakat Jewuk Legi yang terdampak dalam kasus ini berharap warga kami yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam diberikan keringan hukuman,” imbuhnya.
Senada dengan itu, Kapolsek Baturiti Kompol I Nyoman Darsana menegaskan bahwa pihaknya kini lebih gencar melakukan patroli gabungan, terutama di titik-titik rawan di Desa Batunya.
Personel TNI serta unsur pengamanan desa seperti pecalang turut diterjunkan untuk memastikan keamanan warga tetap terjamin.
Darsana menjelaskan, kehadiran aparat di lapangan juga bertujuan untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berkembang di media sosial mengenai kondisi keamanan Baturiti.
Komunikasi intensif antara warga dan kepolisian dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan wilayah secara berkelanjutan.
“Pada intinya ke depan kami tetap menjalin komunikasi kolaborasi bersama warga menjaga keamanan wilayah,” pungkas Darsana. (c/kb)
















