Guru SD di Tabanan Raih Beasiswa NZELTO dari Pemerintah New Zealand

TABANAN, Kilasbali.com – I Ketut Darjika Astu (31), seorang guru sekolah dasar asal Kabupaten Tabanan, sukses menorehkan prestasi internasional dengan meraih beasiswa New Zealand English Language Training for Officials (NZELTO).
ASN di lingkungan Pemkab Tabanan ini mencatatkan diri sebagai satu-satunya perwakilan dari Bali sekaligus satu-satunya unsur pendidik yang lolos dalam program bergengsi tersebut.
NZELTO sendiri merupakan program beasiswa pelatihan bahasa Inggris dari pemerintah New Zealand bagi pejabat atau ASN dari negara berkembang di Asia dan Afrika
Program yang diselenggarakan oleh Pemerintah New Zealand ini diikuti oleh 47 pegawai pemerintah dari enam negara, meliputi Kamboja, Indonesia, Laos, Mongolia, Timor Leste, dan Vietnam.
Dari Indonesia sendiri, hanya 12 peserta yang dinyatakan terpilih dari berbagai kementerian dan instansi pusat maupun daerah.
Astu menjelaskan, ia harus melewati proses seleksi yang sangat ketat melalui Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri (KTLN) Kementerian Sekretariat Negara.
Tahapan tersebut mencakup seleksi administrasi dokumen resmi, sertifikat kemampuan bahasa Inggris, hingga tes kemampuan bahasa yang dilakukan langsung oleh Pemerintah New Zealand.
“Dari seluruh tahapan tersebut, akhirnya diumumkan peserta yang lolos. Astungkara saya bisa menjadi satu-satunya wakil Bali dan satu-satunya guru dalam program ini,” ujar Astu pada Kamis (6/8).
Selama berada di New Zealand sejak 7 Mei hingga 7 Agustus 2026, guru kelas VI SD ini menjalani berbagai agenda peningkatan kapasitas di Victoria University of Wellington.
Fokus utamanya mencakup pendalaman sistem pendidikan, kepemimpinan, serta tata kelola pemerintahan melalui kunjungan ke Parlemen New Zealand dan lembaga strategis lainnya.
Berkat kemampuan kepemimpinannya, Astu bahkan dipercaya mengemban tanggung jawab tambahan sebagai Country Representative Indonesia atau koordinator bagi seluruh peserta asal tanah air.
Peran ini memungkinkannya menjadi jembatan komunikasi dalam berbagai forum internasional selama program berlangsung.
“Jadi dalam peran ini, saya mewakili Indonesia dalam berbagai forum bersama peserta dari negara lain,” ungkap ayah satu anak itu.
Secara akademik, Astu merupakan lulusan Magister Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dengan predikat cum laude dan IPK nyaris sempurna, yakni 3,99.
Ia juga dikenal produktif sebagai penulis yang telah menerbitkan tiga buku melalui Kemendikbudristek serta aktif mempublikasikan penelitian di jurnal nasional terakreditasi.
Selain dedikasinya di dunia pendidikan, Astu tetap menjaga akar budayanya dengan menjabat sebagai Sekretaris Desa Adat Adeng di Kecamatan Marga.
Pengalaman internasionalnya pun tercatat cukup luas, mulai dari mengikuti program pelatihan guru di India hingga konferensi bisnis dan sosial di Australia.
Astu menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kemensetneg serta pemerintah daerah yang telah memberikan ruang bagi tenaga pendidik untuk berkembang di level global.
Baginya, dukungan dari Pemkab Tabanan menjadi faktor penting yang memudahkannya membawa nama daerah ke kancah internasional.
“Pemerintah Kabupaten Tabanan sangat mendukung ASN dan tenaga pendidik untuk terus berkembang. Saya bersyukur bisa membawa nama Tabanan dan Indonesia di kancah internasional,” tandasnya. (c/kb)

















