
TABANAN, Kilasbali.com – Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga turut menghadiri Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Tabanan 2025-2045.
Forum tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E, M.M di Ruang Rapat Utama Jayaning Singasana, Kamis (18/1).
Penyusunan RPJPD ini dilandasi atas berbagai dinamika pemerintahan saat ini dan tantangan-tantangan ke depan yang perlu ditentukan arah serta tujuannya.
Begitu juga dengan langkah yang harus dijalankan serta respon terhadap berbagai tantangan yang akan dihadapi dalam bentuk solusi-solusi praktis.
“Yang mana, dari ketiga hal tersebut bermuara pada satu pertanyaan yaitu bagaimana kita sebagai orang Bali yang lahir di Tabanan memaknai kehadiran kita untuk memastikan keberlanjutan masa depan generasi emasnya Bali,” ujar Bupati Sanjaya saat memberikan sambutan.
Ia menekankan, pertanyaan-pertanyaan itu tidak bisa dijawab pemerintah saja, tetapi juga harus dijawab dengan melibatkan semua stakeholder, semua elemen masyarakat yang ada.
Salah satunya dapat melalui forum konsultasi publik yang diharapkan bisa merumuskan arah kebijakan untuk menjawab permasalahan dan isu strategis pembangunan Tabanan 20 Tahun ke depan. Seperti kemiskinan, stunting, peningkatan pendapatan per kapita dan isu lingkungan.
“Pada titik inilah perlu sebuah rumusan yang jelas mengenai rumusan perencanaan pembangunan daerah yang tidak hanya mampu merespons sekarang, tapi juga mampu memberikan jawaban terhadap kebutuhan jangka panjang yang termuat dalam sebuah dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah,” ujarnya.
Menurutnya, sebuah perencanaan akan dianggap baik jika mampu merespon tantangan-tantangan kedepannya.
Apalagi, 2045 diproyeksikan sebagai masanya Generasi Emas Indonesia, sehingga diperlukan lompatan besar untuk melakukan transformasi sosial, ekonomi, atau tata kelola pemerintahan.
Dalam perencanaan pembangunan ini, Sanjaya meminta untuk melihat proyeksi generasi emas Indonesia dan melakukan sebuah lompatan besar dengan melakukan transformasi baik sosial, ekonomi maupun tata kelola pemerintahan serta tidak meninggalkan aspek sosio kulturalnya.
“Ini mengindikasikan kita tidak bisa bekerja biasa-biasa saja tapi perlu upaya keras fokus dan sungguh-sungguh, bekerja sama dan berkolaborasi dalam segala hal agar tidak salah sasaran,” imbuh Sanjaya.
Terkait dengan kerja keras yang sungguh-sungguh tersebut, berbagai transformasi yang sangat progresif telah terjadi di Kabupaten Tabanan dalam masa Pemerintahan Bupati Sanjaya.
Pembangunan yang tidak hanya menyentuh satu sektor, tetapi hampir semua lini mulai mendapat sentuhan, dimulai dari infrastruktur jalan, pembenahan wajah kota, sampai pada upaya pembangunan instansi pemerintahan, fasilitas kantor, hingga penataan taman-taman dan area publik. (m/kb)

















