Wagub Cok Ace Buka Jatiluwih Festival #2

TABANAN, Kilasbali.com-Jatiluwih Festival #2 secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Bali, Cokorda Oka Ardana Sukawati ( Cok Ace), jumat (14/9/2018). Acara yang akan berlangsung selama dua hari ini jumat (14/9/2018) sampai sabtu (15/9/2018), yang mengambil tema Matha Subak diharapkan mampu mendokrak kujungan wisatawan ke DTW Jatiluwih, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Pada kesempatan tersebut juga dihadir oleh Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, Wakil Bupati I Komang Gede Sanjaya, Perwakilan dari Kemenrian Pariwisata, serta Kepala OPD di lingkungan Pemda Tabanan.
Pada kesempatan tersebut Wagub Cok Ace sangat mengapresiasi dan mendorong terselenggaranya festival tersebut. Menurutnya selain berdampak bagi promosi pariwisata juga yang terpenting berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Terutama saat Jatiluwih ditetapkan sebagai warisan budaya dunia jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat serta pendapatan Jatiluwih juga meningkat. ” Kita sangat mendorong kegiatan ini, selain untuk promosi pariwisata juga yang terpenting kesadaran masyarakat setempat dengan menjaga lingkungan bisa berdampak nilai ekonomi juga. Kita bisa lihat sekarang semenjak ditetapkan sebagai warisan budaya dunia, bisa dilihat peningkatan pendapatan Jatiluwih terus meningkat,” ungkapnya.
Selain itu Wagub Cok Ace juga mendorong bagi pengelola DTW Jatiluwih untuk lebih mempromosikan festival tersebut kepada para wisatawan, bila perlu bisa mengundang wisatawan khusus yang memang intres dengan pertanian. Dimana selain wisatawan disuguhi berbagai pertunjukan selama event berlangsung, wisatawan juga disuguhi dengan kegiatan yang ada hubungannya dengan pertanian, seperti panen padi atau yang lainnya, sehingga bisa maksimal dalam menjaring wisatawan untuk datang ke festival jatiluwih. ” Belum maksimal melihat sekarang, bisa dilihat seberapa wisatawan yang datang, seharusnya pemerhati atau wisatawan yang intres khusus dengan pertanian bisa diundang, bisa disampaikan sebelumnya kalau bulan ini ada kegiatan festival jatiluwih. Ada rangkaian acara lagi, seperti ada acara motong padi jangan hanya pertunjukan ini saja namun ada event yang berhubungan dengan agri culuture,” tambahnya.
Ketua Panitia Jatiluwih Festival #2, Nengah Sutirtayasa, mengatakan Jatiluwih Festival yang kedua ini berbeda dengan sebelumnya dimana festival yang kedua ini berbasis pemberdayaan masyarakat, selain itu juga ada sebuah kaloborasi senimal lokal jatiluwih dengan seniman modern, sesuai dengan tema festival yaitu Matha Subak. ” Dimana pada festival kali ini kita fokus untuk mengangkat mental dari seniman di jatiluwih, dimana seniman lokal biasanya tampil di pura dan banjar tapi sekarang kita arahkan sebagai penampil yaitu satu panggung dengan bintang, itu memang fokus dari tujuan festival jatiluwih kali ini,” ungkapnya.
Ditambahkannya, selain itu pada festival yang kedua ini juga ada atraksi mejukut massal dari para petani di jatiluwih. Selain atraksi pertanian yang juga akan ditampilkan adalah tebuk lesung yang akan berkolaborasi dengan musisi nasional Gilang Ramadan. Sementara itu musisi lokal dan nasional yang juga akan tampil di Jatiluwih Festival #2 diantaranya, Indra Lesmana, Balawan, Gilang Ramadan, Tropical Transit, Ito Kurdhi dan masih banyak lagi. “Beberapa musisi ibu kota akan tampil, mereka akan berkolaborasi dengan musisi-musisi lokal di Bali,” tandasnya.
Jatiluwih Festival #2 kali ini mengambil lokasi di areal subak Jatiluwih, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan yang sedang tidak berfungsi seluas 2 Hektar. “Karena berkaca dengan Jatiluwih Festival #1 yang berlokasi di jalan raya sehingga kurang nyaman. Untuk tahun ini sengaja di pusatkan di areal subak yang sedang tidak berfungsi atau sedang tidak ditanami,” terangnya.
Selain pagelaran seni budaya dan kolaborasi musik, pada Jatiluwih Festival #2 juga digelar lomba foto dan videografi. “Jumlah peserta lomba foto dan videografi tidak dibatasi, karena pada tahun lalu ketika peserta dibatasi cuman 50, ternyata masih banyak yang tidak kebagian,” bebernya. Untuk lomba foto dan videografi pihak panitia menyediakan hadiah total Rp 10 Juta. “Bagi foto foto yang menjadi juara akan dijadikan souvenir untuk wisatawan yang berkunjung ke DTW Jatiluwih,” tambahnya. (*KB).

















