Operasional Masih dalam Kajian, Parkir Bertingkat di Barat RSU Tabanan Belum Berfungsi

TABANAN, Kilasbali.com – Gedung parkir bertingkat senilai Rp 15 miliar di sisi barat RSU Tabanan hingga kini belum berfungsi meski pembangunan fisik tahap duanya sudah rampung.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan beralasan pemanfaatan fasilitas tersebut masih dalam kajian dari sisi operasionalnya.
Selain itu, gedung parkir bertingkat yang di bangun di lahan bekas kantor Dinas Pariwisata itu juga masih dalam masa pemeliharaan kontraktor penggarapnya.
Kepala Bakeuda Tabanan, Ni Wayan Mariati, mengungkapkan bahwa kendala utama pengoperasian saat ini berkaitan dengan prosedur formal kontrak pengerjaan.
Bangunan yang dilengkapi area basement tersebut belum bisa difungsikan karena statusnya masih dalam masa pemeliharaan sesuai kontrak pekerjaan yang berlaku.
Selain faktor kontrak, pemerintah daerah juga tengah menyusun kajian teknis yang mendetail terkait pola pemanfaatan gedung parkir tersebut.
“Target belum bisa dipastikan, setelah kajian ya,” ujar Mariati saat disinggung soal kepastian jadwal pemanfaatan gedung bertingkat itu pada Jumat (17/4).
Secara administratif, proses pengerjaan fisik untuk tahap pembangunan hingga lantai dua sebenarnya sudah tuntas dikerjakan.
Seperti dijelaskan Plt Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Gede Partana, yang dikonfirmasi secara terpisah.
Ia menjelaskan, pihaknya di Dinas PUPR sudah menyelesaikan tanggung jawab teknis dan melakukan serah terima kepada bagian aset Pemkab Tabanan. “Kami sudah serahkan asetnya,” tegas Partana.
Meskipun aset sudah berpindah tangan secara administrasi, pemanfaatannya di lapangan masih harus menunggu hasil kajian tim daerah.
Gedung seluas sekitar 16 are ini rencananya akan terus dikembangkan melalui pembangunan tahap ketiga yang fokus pada penyelesaian lantai tiga dan bagian rooftop.
Jika kelak dioperasikan nantinya, satu lantai pada gedung tersebut diperkirakan mampu menampung sedikitnya 36 mobil. Kapasitas itu belum termasuk motor.
Pembangunan gedung parkir bertingkat itu sendiri merupakan bagian penataan kawasan RSU Tabanan, khususnya dari sisi lalu lintas.
Sebab, selama ini parkir pengunjung RSU Tabanan yang berada dekat di simpang Jalan Diponegoro memanfaatkan badan jalan.
Selain itu, di dekat RSU Tabanan juga terdapat beberapa sekolah dan perkantoran yang membuat ujung selatan Jalan Diponegoro krodit pada jam-jam tertentu.
Kemacetan akan sangat dirasakan di pagi atau siang hari, saat jam pulang murid yang bersekolah di dekat RSU Tabanan berangkat atau pulang sekolah.
Di sisi lain, lahan parkir untuk pengunjung RSU Tabanan sejauh ini belum maksimal. Sekarang saja, masih memanfaatkan sebagian lahan di sekitar Setra Gandamayu Desa Adat Kota Tabanan. (c/kb)

















