Pantai Abian Kapas Bakal Dilengkapi Pengaman Abrasi

TABANAN, Kilasbali.com – Pantai Abian Kapas di Desa Beraban, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, bakal dilengkapi dengan infrastruktur pengaman abrasi.
Rencana penanganan fisik pesisir tersebut saat ini tengah memasuki tahap perencanaan teknis oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida.
Kepala Bappeda Tabanan, I Gede Urip Gunawan mengonfirmasi rencana pembangunan pengaman abrasi di Pantai Abian Kapas itu.
“Iya baru DED (bagian perencanaan). Nanti baru konstruksi,” ujar Urip pada Minggu (20/9).
Ia menjelaskan, rencana pembangunan pengaman pantai ini didasari ancaman abrasi yang terus-menerus mengikis wilayah pantai tersebut.
Menurutnya, ancaman abrasi ini tidak hanya di Pantai Abian Kapas saja, melainkan sepanjang pantai di Tabanan dari Timur hingga Barat.
Saat ini, Pantai Abian Kapas sedang dikaji untuk dilengkapi dengan pengaman abrasi.
“Abian Kapas termasuk urgent. Pantai Soka juga masuk urgent,” kata Urip.
Urip menjelaskan, seluruh tahapan pelaksanaan proyek, mulai dari perencanaan hingga pengerjaan konstruksi, merupakan kewenangan penuh pemerintah pusat melalui BWS Bali Penida.
Pihak pemerintah daerah belum lama ini diundang ke Dinas PUPR Bali untuk hadir mengikuti pemaparan draf laporan akhir DED (Detailed Engineering Design).
Selain itu, pemerintah daerah juga diminta masukan atau usulan terkait rencana pembangunan pengaman pantai tersebut.
“Pusat yang punya. Kami diundang untuk hadir. Memberikan masukan,” bebernya.
Menurutnya, potensi kerawanan akibat abrasi di pesisir selatan sudah merusak situs karang di sebelah selatan Pura Srijong, Desa Antap.
Karang yang dipercayai warga setempat sebagai tempat tungku Patih Kebo Iwa tersebut kini telah hilang tergerus hantaman ombak. “Tungkunya sudah hancur. Sudah tidak ada lagi,” terang Urip.
Urip menceritakan bahwa keberadaan situs karang bersejarah tersebut masih terlihat utuh pada tahun 1989.
Kebetulan, sambungnya, waktu itu dirinya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama dan kerap bermain di pesisir pantai. “Sekarang sudah habis. Karang itu sudah hancur,” pungkas Urip. (c/kb)

















