Kepala SMPN 1 Selemadeg Raih Anugerah Bali Swacitta Nugraha 2026 Berkat Hapus Kesan Ruang BK

TABANAN, Kilasbali.com – Kepala SMPN 1 Selemadeg, Ni Wayan Sri Yasmini, meraih Anugerah Bali Swacitta Nugraha 2026 berkat inovasinya menghapus kesan ruang BK (Bimbingan Konseling) yang menakutkan menjadi pusat eksplorasi ekonomi kreatif dan literasi digital bagi para siswanya.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali pada Jumat (14/8) lalu.
Yasmini menerima trofi untuk kategori Inovasi Teknologi Bidang Ekonomi Kreatif dan Digital dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali.
Inovasi bertajuk “Sahabat Selsa Bimbingan Konseling dan Ekonomi Kreatif” ini lahir dari pengamatan Yasmini terhadap fenomena penggunaan ponsel di kalangan remaja.
Ia berupaya mengubah stigma ruang BK yang selama ini dianggap sebagai “ruang eksekusi” bagi siswa bermasalah menjadi wadah pengembangan potensi.
“Kami tidak bisa menutup mata bahwa anak-anak hari ini tumbuh di era digital. Pilihan kita hanya dua, membiarkan mereka terseret arus negatif atau memberi mereka wadah yang aman untuk berkarya sekaligus mengasah jiwa kreativitasnya sejak dini,” ujar Yasmini pada Sabtu (15/8).
Melalui program Sahabat Selsa, para siswa kini diajak untuk mengenali potensi diri dan mempelajari pemasaran digital melalui kolaborasi dengan UMKM lokal.
Hal ini sekaligus membekali para pelajar dengan keterampilan digital yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Lewat Sahabat Selsa, anak-anak diajarkan bahwa HP di tangan mereka bisa menjadi alat ekonomi kreatif mulai dari membuat desain, membuat konten positif, hingga membantu pemasaran produk UMKM di sekitar sekolah. Hasilnya luar biasa, anak-anak menjadi lebih percaya diri dan memiliki sudut pandang baru tentang peluang karir masa depan,” jelasnya.
Capaian manis ini diraih setelah melalui proses verifikasi lapangan yang ketat oleh tim juri Provinsi Bali pada 2 Juni 2026 lalu.
Dukungan penuh dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Tabanan juga menjadi faktor kunci keberhasilan inovasi pendidikan dari kawasan pinggiran ini menuju level provinsi.
Yasmini menegaskan, penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi jajaran SMPN 1 Selemadeg untuk terus mencetak generasi yang mandiri dan adaptif teknologi.
Ia membuktikan bahwa inovasi berdampak nyata bisa lahir meski sekolah berada jauh dari pusat kota.
“Penghargaan Anugerah Bali Swacitta Nugraha ini bukanlah akhir, melainkan pengingat dan motivasi bagi kami di SMPN 1 Selemadeg. Kami ingin membuktikan bahwa dari pinggiran Tabanan, kami sanggup mencetak generasi yang cerdas secara emosional, adaptif secara teknologi, dan mandiri secara ekonomi,” pungkasnya. (c/kb)

















