
TABANAN, Kilasbali.com – Masyarakat di sejumlah wilayah Kecamatan Baturiti diresahkan oleh kemunculan drone misterius yang terbang selama berjam-jam pada malam hari.
Menyikapi kondisi tersebut, Polsek Baturiti mengeluarkan imbauan untuk menenangkan warga. Bahkan, Polsek Baturiti sampai menggandeng Brimob Polda Bali untuk mengawasi drone itu.
Aktivitas pesawat nirawak yang tidak diketahui pemiliknya ini terpantau melintas di Desa Mekarsari, Apuan, Perean, hingga Luwus.
Selain Baturiti, gangguan serupa juga dilaporkan muncul di wilayah Kecamatan Marga, Penebel, bahkan informasinya hingga Kecamatan Petang di Kabupaten Badung.
Kapolsek Baturiti Kompol I Nyoman Darsana membenarkan bahwa pihaknya telah memberikan perhatian serius terhadap laporan warga sejak pertama kali muncul.
Kepolisian langsung menerjunkan tim khusus untuk melacak keberadaan pengoperasi drone yang mengganggu ketenangan masyarakat tersebut.
“Sudah dua hari lalu kami atensi bersama dengan tim drone Brimob,” ungkap Darsana pada Jumat (7/8).
Berdasarkan hasil pemantauan aparat, drone tersebut diketahui memiliki durasi terbang yang cukup lama dibandingkan unit pada umumnya.
Polisi masih mendalami motif di balik penerbangan drone yang berlangsung hingga dini hari tersebut untuk memastikan tidak ada unsur tindak kriminal.
“Kami akan atensi. Hasil dari pemantauan drone ini terbang tinggi durasinya terbang lima sampai enam jam,” bebernya.
Sebagai langkah preventif, Polsek Baturiti menerbitkan surat imbauan bernomor B/01/VIII/2026/Polsek Baturiti tertanggal 4 Agustus 2026.
Surat tersebut menginstruksikan pengelola hotel, vila, pondok wisata, hingga rumah kos agar melarang tamu mereka menerbangkan drone saat malam hari.
“Penerbangan drone pada malam hari ini telah menimbulkan ketakutan dan keresahan di masyarakat,” jelasnya.
Meski ada larangan, pihak kepolisian tetap memberikan ruang bagi kepentingan peliputan media dengan syarat koordinasi ketat bersama Polsek dan kepala desa setempat.
Hingga saat ini, personel kepolisian dibantu unit Brimob Polda Bali masih disiagakan untuk menjaga situasi di wilayah Baturiti dan sekitarnya tetap aman dan nyaman.
“Sampai saat ini petugas masih terus melakukan penyelidikan. Polda Bali lewat Brimob juga sudah mengatensi,” pungkasnya.
Terlepas dari itu, keresahan terhadap drone yang beroperasi di malam hari ini tidak lepas dari insiden di Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti beberapa waktu lalu.
Pasalnya, jauh sebelum insiden pengeroyokan terhadap terduga maling ayam hingga tewas, masyarakat di lingkungan itu dibuat gusar dengan keberadaan drone misterius di malam hari.
Tak ayal, masyarakat khawatir pengoperasian drone misterius di jam-jam istirahat itu dikhawatirkan dipakai sebagai alat untuk mengintai. (c/kb)

















