
TABANAN, Kilasbali.com – Sejumlah peternak ayam di Desa Baru, Kecamatan Marga, kini tengah diliputi kekhawatiran akibat kemunculan drone misterius yang terbang rendah di kawasan permukiman dan peternakan.
Pesawat nirawak tersebut dilaporkan kerap berseliweran pada malam hari hingga dini hari tanpa tujuan yang jelas.
Keresahan ini melanda warga di beberapa wilayah seperti Banjar Pinge, Banjar Baru, dan Banjar Susut.
Aktivitas drone yang terpantau hingga pukul 01.00 Wita ini memicu kecurigaan bahwa alat itu digunakan untuk memantau situasi lingkungan guna melancarkan aksi pencurian ternak.
Seorang pemilik peternakan RJGF di Marga mengungkapkan bahwa warga kini mulai berjaga-jaga pada malam hari untuk mengantisipasi potensi tindak kriminal.
Ketakutan warga didasari oleh rekam jejak hilangnya hewan ternak, terutama ayam petarung dan babi, yang sering terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
“Beberapa warga, khususnya yang memiliki ternak babi dan ayam, tentu waswas mereka sampai begadang. Apalagi ayam petarung di wilayah ini sudah sering hilang,” ujarnya pada Rabu (5/8).
Berdasarkan informasi masyarakat, aksi pencurian ternak skala rumahan bukan merupakan persoalan baru karena sempat terjadi dua hingga tiga bulan lalu dengan jumlah kehilangan mencapai sepuluh ekor sekaligus.
Drone tersebut dicurigai sebagai unit liar lantaran tidak adanya pemberitahuan resmi kepada aparat desa sebagaimana prosedur kegiatan penerbangan drone pada umumnya.
Camat Marga Gede Putu Adhi Putra Adiksa membenarkan adanya laporan terkait kemunculan drone misterius tersebut pada Senin dan Selasa malam di wilayah Desa Baru.
Pihaknya pun berencana segera melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk meredam kegelisahan warga.
“Benar, informasinya seperti itu, dan warga juga waspada, apalagi banyak yang suka ternak ayam petarung tetapi skala rumahan, tidak besar, hanya dua sampai empat ekor,” jelas Adhi.
Di sisi lain, Polsek Marga mengaku telah memonitor informasi tersebut meskipun sejauh ini belum menerima laporan resmi dari warga yang merasa dirugikan.
Kapolsek Marga AKP I Nyoman Sudarma telah menginstruksikan anggotanya untuk melakukan penyelidikan di lapangan guna mengungkap pemilik di balik drone tersebut.
“Belum ada laporan ke kami, terkait unggahan di media sosial anggota kami tentu akan melakukan penyelidikan dan informasi lebih lanjut nanti akan kami sampaikan,” tegas Sudarma. (c/kb)

















