
TABANAN, Kilasbali.com – Upaya untuk menjaga kebersihan Pantai Yeh Gangga di Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, terus-menerus dilakukan pihak desa adat setempat.
Salah satunya dengan mengerahkan petugas kebersihan yang setiap hari memastikan kawasan pantai sepanjang kurang lebih dua kilometer tersebut bersih dari sampah kiriman.
Seluruh tugas itu diemban sehari-harinya oleh tiga orang perempuan lansia yakni Ni Nyoman Lodri (50), Ni Putu Sundariati (50), dan Ni Ketut Sarniti (45).
Mereka menjalankan tugas itu dengan dedikasi tinggi, tanpa kenal lelah, dan kendati harus menyampu di bawah terik matahari.
Selain itu, mereka juga membantu memberikan makanan untuk tukik atau anak penyu yang baru menetas di tempat konservasi yang berada di bawah pengelolaan Desa Adat Yeh Gangga.
“Habis bersih-bersih, kasih makan tukik. Iya, setiap hari,” tutur Lodri saat dijumpai ketika menyapu bersama dua rekannya pada Selasa (21/7).
Ia menjelaskan, dalam seharinya mereka akan bertugas menyapu kawasan pantai pada pagi dan menjelang sore hari.
Jika tidak ada agenda khusus seperti upacara keagamaan, mereka biasanya menghabiskan waktu sekitar enam jam untuk membersihkan bibir pantai.
Di saat rehat pada siang harinya, mereka akan bergegas ke tempat konservasi Penyu untuk memberikan makan tukik-tukik yang baru menetas dari telur.
“(Menyapu) hanya tiga jam-tiga jam. Sore ini tiga jam. Pagi tadi tiga jam. Habis menyapu tadi, kasih makan tukik,” imbuh Lodri.
Duka terdalam sering dirasakan para petugas saat memasuki musim penghujan yang membawa tumpukan sampah laut dalam jumlah ekstrem.
Area pesisir yang biasanya bersih bisa seketika tertutup penuh oleh limbah kayu dan plastik kiriman yang menguras tenaga.
“Kalau lagi musim hujan kan banyak sekali (sampah kiriman). Full ini,” kata Lodri saat disinggung waktu paling berat menjalankan tugasnya.
Meski mengandalkan gaji tetap senilai Rp 1,5 juta, para petugas ini kerap mendapatkan rezeki tambahan saat ada warga yang menggelar ritual keagamaan.
Mereka seringkali harus lembur hingga malam hari untuk membantu kelancaran sarana penerangan bagi para warga yang sedang menggelar upacara keagamaan di tepi pantai.
Di momen seperti itu, mereka akan mendapatkan tambahan rezeki dan biasanya baru akan pulang ke rumah sekitar pukul 21.00 Wita.
Lodri sendiri sudah delapan tahun menjadi petugas kebersihan di Pantai Yeh Gangga. Pekerjaan ini dilakukan karena suaminya sudah tidak bisa bekerja.
Lebih dari perkara upah, ia menjalankan tugasnya tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada kebersihan lingkungan di wilayah desa adatnya. (c/kb)

















