PUPR Tabanan Perbaiki 8 Jaringan Irigasi Senilai Rp 2,3 M

TABANAN, Kilasbali.com – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Tabanan mulai mempercepat pengerjaan rehabilitasi atau perbaikan delapan titik jaringan irigasi (DI) pertanian di tahun ini.
Proyek perbaikan ini menelan biaya total sebesar Rp 2,3 miliar yang dialokasikan untuk memulihkan fungsi pengairan sawah serta menangani kerusakan infrastruktur akibat terjangan banjir pada 2025 lalu.
Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Gde Made Partana, mengungkapkan bahwa penentuan lokasi perbaikan didasarkan pada usulan setiap subak dengan mengedepankan skala prioritas.
Pihaknya memfokuskan perbaikan infrastruktur pertanian yang mengalami kerusakan paling parah agar distribusi air ke lahan petani tidak terhambat.
“Mana sekiranya subak yang kategori jaringan irigasi dengan tingkat kerusakan berat dan beberapa subak terdampak akibat kerusakan jaringan irigasi, maka itulah yang menjadi skala perbaikan,” ujar Partana pada Jumat (24/7).
Delapan lokasi yang menjadi sasaran rehabilitasi tersebut tersebar di beberapa kecamatan, mulai dari jaringan irigasi di Tempek Perean Subak Bunyuh, kawasan RSU Singasana Nyitdah, hingga aliran sungai Yeh Empas.
Selain itu, perbaikan juga menyasar Subak Guama di Peken Belayu, Subak Saih di Desa Kukuh, Subak Bengkel, wilayah Pesagi Penebel, serta Bendung Gubug.
Mengenai pembiayaan, Partana menyebutkan bahwa besaran anggaran untuk setiap titik pengerjaan bervariasi mulai dari Rp 200 juta hingga Rp 400 juta yang bersumber dari APBD Tabanan.
Anggaran tersebut dikelola secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan teknis dan volume kerusakan di lapangan.
“Secara keseluruhan delapan titik jaringan irigasi yang kami lakukan perbaikan sekarang ini anggaran tembus Rp 2,3 miliar,” ungkap Partana.
Selain memperbaiki saluran air, Dinas PUPR juga melakukan peningkatan infrastruktur jalan di sekitar kawasan pertanian.
Hal ini dilakukan agar aksesibilitas petani dalam mengangkut hasil panen menjadi lebih mudah dan efisien.
Partana menambahkan bahwa pengerjaan fisik ini juga mencakup pembetonan jalan usaha tani secara sekaligus dalam satu paket anggaran.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung penguatan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Tabanan yang luasnya mencapai 16.466,23 hektar.
Seluruh rangkaian perbaikan jaringan irigasi ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir 2026.
Program ini dipandang krusial tidak hanya untuk mengoptimalkan sistem pengairan lokal, tetapi juga sebagai langkah nyata daerah dalam mendukung kedaulatan pangan nasional.
“Perbaikan jaringan irigasi ini pula untuk mendukung program pemerintah pusat swasembada pangan,” pungkasnya. (c/kb)

















