
TABANAN, Kilasbali.com – Sebanyak 244 sopir Trans Siswa di Kabupaten Tabanan menjalani tes urine massal serta pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kesiapan layanan di tahun ajaran baru.
Selain memastikan pengemudi bebas dari pengaruh narkotika, ratusan unit mobil yang melayani transportasi gratis para murid SD-SMP itu kini dilengkapi dengan Global Positioning System (GPS).
Peranti tersebut dipasang pada masing-masing mobil untuk mengawasi pergerakan sopir agar tetap berada di jalur trayek yang telah ditentukan.
Seluruh kegiatan itu berlangsung di gedung Graha Yadnya Sanjayaning Singsana, Desa Adat Kota Tabanan pada Kamis (23/7).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tabanan, I Putu Dian Setiawan, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan bagian dari persiapan teknis program “Ayo Selamat Sekolah”.
Pihaknya ingin memastikan seluruh awak angkutan dalam kondisi fisik dan mental yang prima sebelum menjalankan tugas pelayanan publik.
“Selain tes urine kami juga memberikan cek kesehatan gratis kepada pramudi angkutan siswa,” ujar Dian di sela-sela kegiatan itu.
Inovasi penting dalam operasional tahun ini adalah penyematan perangkat GPS pada masing-masing dari 244 unit angkutan sekolah.
Sistem ini terhubung langsung dengan pusat kendali di kantor Dishub sehingga riwayat serta rute perjalanan setiap armada dapat dipantau secara akurat dari jarak jauh.
Penerapan teknologi navigasi ini bertujuan untuk mendisiplinkan para pengemudi agar tidak menyimpang atau memotong jalur trayek resmi yang sudah ditetapkan.
Dengan pengawasan digital ini, Dishub menjamin transparansi layanan serta memastikan setiap siswa tiba di sekolah dan rumah dalam kondisi aman.
“Jadi tidak ada cerita mereka yang memotong jalur trayek dari yang sudah ditentukan. GPS ini pula untuk memastikan bahwa siswa yang diangkut sampai ke sekolah dan pulang ke rumah dengan kondisi aman selamat,” tegasnya.
Hingga saat ini, pemerintah masih mempertahankan jangkauan layanan pada 103 trayek yang tersebar di sepuluh kecamatan di wilayah Tabanan.
Seluruh rute tersebut akan dilayani secara intensif oleh para pramudi yang telah mendapatkan evaluasi dan sosialisasi mengenai standar keselamatan berlalu lintas.
“Saat ini ada 244 pramudi yang dilibatkan dalam layanan angkutan siswa gratis dengan melayani 103 trayek bagi murid SD dan SMP,” ungkapnya.
Meskipun volume siswa yang dilayani cukup besar, pihak Dishub menegaskan belum ada rencana untuk melakukan perluasan jalur trayek dalam waktu dekat. “Trayek masih sama belum ada penambahan,” imbuhnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan terhadap seluruh peserta, tim medis menyatakan tidak menemukan adanya indikasi penggunaan zat terlarang.
Seluruh 244 pramudi dinyatakan negatif narkoba dan siap menjalankan layanan transportasi umum bagi murid SD-SMP di Tabanan. (c/kb)

















