Bupati Sanjaya Beber Dampak Ekonomis Rest Area di Selabih

TABANAN, Kilasbali.com – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menargetkan pembangunan rest area di Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat, bisa menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi warga lokal, utamanya yang berkecimpung di sektor UMKM.
Potensi itu dimungkinkan karena wilayah Selabih berada di jalur perlintasan nasional, Denpasar-Gilimanuk, yang menghubungkan wilayah-wilayah di pulau Jawa dan Nusa Tenggara.
Saat ini, pembangunan rest area itu sedang berlangsung dan ditargetkan tuntas pada Desember 2026 mendatang.
Sanjaya sempat mengungkapkan alasan pembangunan rest area di Selabih itu dalam rapat paripurna di DPRD Tabanan pada Kamis (25/6).
Ia menjelaskan bahwa pembangunan rest area itu merupakan tindak lanjut dari aspirasi agen perjalanan dan masyarakat setempat agar wilayah perbatasan itu tidak lagi terkesan sepi.
Pemerintah daerah melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) kemudian secara bertahap merancang ikon jineng serta area peristirahatan yang representatif bagi pengguna jalan.
“Tidak cukup hanya membangun ikon jineng, tetapi juga perlu dilengkapi rest area sebagai tempat istirahat bagi para pengguna jalan,” ujar Sanjaya usai rapat paripurna.
Sanjaya menjelaskan, Selabih merupakan lokasi strategis bagi pengemudi untuk beristirahat usai menempuh perjalanan jauh dari Pelabuhan Gilimanuk atau sebaliknya dari Denpasar.
Kehadiran rest area ini diharapkan mampu menghapus stigma wilayah tertinggal sekaligus memberikan kenyamanan bagi para pelancong dan sopir logistik.
Proyek strategis ini akan memanfaatkan lahan di dua sisi jalan utama. Sisi kiri jalan memanfaatkan aset milik Pemkab Tabanan.
Sementara sisi kanan akan menggunakan lahan milik swasta seluas kurang lebih 1,5 hektar yang akan dioptimalkan untuk aktivitas produktif.
Sanjaya menegaskan bahwa seluruh kawasan tersebut nantinya akan diisi oleh berbagai kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah yang melibatkan tenaga kerja setempat.
Pemerintah berkomitmen agar keberadaan gerbang kabupaten ini tidak hanya menjadi pajangan visual, melainkan pusat perputaran ekonomi baru.
“Ke depan, UMKM lokal akan diberdayakan sehingga kawasan ini tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga menghidupkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (c/kb)

















