
TABANAN, Kilasbali.com – Sebanyak seratus anak yatim, yatim piatu, dan duafa meramaikan pembukaan program Kasih Ramadan (Kasdan) 15.0 yang berlangsung di Masjid Baiturrahman Rindam IX/Udayana pada Minggu (1/3).
Aksi sosial tahunan ini sengaja menyasar ratusan anak dari berbagai yayasan, termasuk para santriwan dan santriwati, untuk menyemai kebajikan sekaligus merayakan kebersamaan dan suka cita sembari menunggu waktu berbuka puasa.
Tujuan itu sesuai dengan tema utama yang diangkat Kasdan 15.0 di Ramadan kali ini yakni Berbagi Bahagia, Meraih Pahala.
Koordinator Kasdan Tabanan, Imam Munawir, mengatakan antusiasme dari sisi jumlah peserta tahun ini menjadi modal penting untuk memperluas pelaksanaan Kasdan di masa depan.
Ia berharap jumlah penerima manfaat dari kalangan anak-anak yang membutuhkan terus bertambah seiring dengan konsistensi program yang sudah berjalan selama 15 tahun tersebut.
“Kami tentu berharap nantinya acara akan semakin besar dan peserta yang ikut bisa berlipat ganda di tahun-tahun depannya,” ujar Munawir pada Minggu (1/3).
Menurutnya, peningkatan jangkauan sosial bagi masyarakat luas perlu menjadi penekanan untuk pelaksanaan Kasdan pada momen Ramadan berikutnya.
Selain sebagai bentuk kegiatan sosial, Kasdan diharapkan bisa menjadi satu media untuk memperluas syiar agama kepada anak-anak.
“Harapan kami adalah pertumbuhan jumlah peserta yang ikut serta bisa meningkat berkali lipat pada penyelenggaraan periode yang akan datang,” tegasnya.
Di samping antusiasme peserta, panitia juga melakukan inovasi dengan mengubah konsep kegiatan menjadi safari dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Selama ini, Kasdan masih terpusat di Denpasar. Namun, di tahun ini, program tersebut digelar maraton selama ke sejumlah kabupaten lainnya di Bali.
Setelah dari Tabanan, rombongan dijadwalkan menyambangi Gianyar, Klungkung, hingga Karangasem untuk menyentuh lebih banyak lapisan masyarakat di berbagai daerah di Bali.
Ketua Panitia Kasdan 2026, Dafiq, menegaskan fokus utama mereka adalah memastikan distribusi bantuan bagi ratusan anak tersebut tersalurkan secara adil.
Hingga saat ini, tercatat ada 28 donatur yang telah menyalurkan dukungan finansial maupun logistik untuk menyukseskan program tahunan tersebut.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap donasi yang terkumpul dapat tersalurkan secara merata kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan bantuan,” kata Dafiq.
Baginya, dukungan dari para donatur itulah yang menjadi kunci utama agar kegiatan sosial yang melibatkan banyak orang ini bisa terus eksis setiap tahunnya.
“Dukungan para donatur merupakan tulang punggung utama yang memungkinkan kegiatan berskala besar ini dapat terlaksana secara rutin setiap tahun,” imbuh Dafiq.
Selain penyaluran santunan, panitia mengemas acara dengan kegiatan edukatif dalam bentuk kuis untuk mengasah ilmu agama anak-anak yang menjadi pesertanya. (c/kb)

















