
TABANAN, Kilasbali.com – Aparat Polsek Penebel melakukan koordinasi intensif dengan pihak Desa Adat Jegu guna menyikapi fenomena “Suluh” atau bola api terbang yang viral di media sosial.
Upaya ini diambil untuk menjamin situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif di tengah perhatian luas publik.
Kapolsek Penebel, Iptu I Nyoman Arnaya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Desa Adat Jegu serta tokoh masyarakat setempat pada Jumat (29/5) malam.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi kepolisian dan otoritas adat untuk menyatukan persepsi dalam meredam potensi keresahan warga.
Bendesa Adat Desa Jegu, Ida Bagus Gangga, menjelaskan bahwa kemunculan cahaya misterius tersebut sebenarnya bukan hal baru bagi warga setempat.
Menurutnya, fenomena ini sudah dikenal sejak tahun 1993 silam, namun kini mendadak heboh akibat kecepatan penyebaran informasi di media sosial.
“Fenomena Suluh bukanlah hal baru bagi masyarakat setempat,” ungkap Ida Bagus Gangga dalam pertemuan itu.
Untuk mencegah kepanikan, pihak desa adat telah menerbitkan surat imbauan agar warga tidak menyebarluaskan foto maupun video terkait fenomena tersebut yang belum jelas kebenarannya.
Masyarakat juga diajak untuk lebih bijak bersosial media dan tidak membangun narasi yang dapat memicu ketakutan massal.
Selain itu, pecalang Desa Adat Jegu kini disiagakan untuk memantau situasi serta menghalau warga luar desa agar tidak berkumpul di sepanjang jalan desa.
Pengawasan ketat juga dilakukan terhadap aktivitas live streaming yang berpotensi memicu kerumunan orang di titik-titik kemunculan bola api tersebut.
Sementara itu, Arnaya menekankan bahwa sinergi antara kepolisian, tokoh adat, dan masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga stabilitas wilayah saat ini.
Pihaknya ingin memastikan dinamika spiritual ini tidak mengganggu ketenangan dan keharmonisan hidup warga di Desa Jegu.
“Kami ingin terbangun kesepahaman antara aparat kepolisian, tokoh adat, and masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah,” tegas Arnaya.
Hingga saat ini, situasi di Desa Jegu dilaporkan tetap aman, tenang, dan kondusif tanpa terlihat adanya kerumunan warga dari luar daerah.
Pihaknya bersama unsur keamanan desa terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu ketertiban umum. (c/kb)

















