Keluhkan Sesak Nafas Terpapar Polusi Asap Sekam Bakar

SINGARAJA, Kilasbali.com — Belasan Kepala Keluarga (KK) di Banjar Tamansari, Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, Buleleng-Bali, keluhkan alami gangguan pernapasan alias sesak nafas diduga imbas aktifitas usaha sekam bakar milik salah seorang warga setempat.
Ironisnya, usaha sekam bakar diduga nekat beroperasi tanpa kantongi perizinan resmi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng.
“Kami komplain (keberatan) lantaran polusi asap itu sudah mengganggu pernafasan, sesak nafas. Tidak itu saja, bau asap ini bikin mata perih,” ujar salah seorang warga yang enggan namanya disebut.
Masih kata dia, sejatinya polusi asap itu, sudah dilaporkan kepada Kepala Dusun (Kadus) setempat.
“Kami bersama belasan KK terdampak sudah laporkan keluhan ini. Kami minta, usaha sekam bakar itu segera ditutup,” singkatnya.
Terpisah, Ketut Lega selaku Kadus Tamansari, Desa Padangbulia tidak menampik sudah menerima laporan dari masyarakat terkait polusi asap tersebut.
“Ya, laporan masyarakat sudah kami terima. Tindak lanjutnya sudah kita komunikasikan langsung dengan pemilik usaha. Dalam waktu dekat ini kita upayakan solusi terbaik,” kata Kadus Lega dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (24/2) sore.
Kadus Lega membeberkan, usaha sekam bakar itu sudah mulai beroperasi kurang lebih sejak satu (1) tahun lalu. Selain pendirian usaha terkesan gelap karena belum kantongi izin, terlebih pendirian usaha tidak lakukan sosialisasi kepada warga sekitarnya.
“Kita pastikan usaha sekam bakar itu belum kantongi izin. Kira kira sudah beroperasi 1 tahun. Polusi asap akibatkan sesak nafas itu karena pemiliknya tidak pakai cerobong asap dan juga Exhaust fan (eksos fan) sebagai alat ventilasi mekanis yang berfungsi menarik udara kotor, panas, atau lembap untuk menjaga udara tetap bersih dan segar,” imbuhnya.
Berapa KK warga terpapar polusi asap?
“Jika tidak salah hitung ada belasan KK terpapar asap di sekitar areal usaha sekam bakar tersebut. Jarak rumah warga dengan usaha sekam bakar sekitar 50 meter. Biasanya, aktifitas pembakaran dilakukan malam hari,” pungkasnya. (Ard/kb)

















