
TABANAN, Kilasbali.com – Petugas Kepolisian Sektor atau Polsek Kerambitan menangkap pelaku pencurian motor berinisial MHS (26) asal Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (16/12) sore.
Penangkapan itu relatif cepat karena pencurian itu terjadi pada hari yang sama, sekitar pukul 10.30 Wita. Lokasi kejadiannya di parkiran minimarket yang ada di wilayah Banjar Penyalin,Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan.
MHS ditangkap saat hendak menyeberang di Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang, Kabupaten Jembrana, sekitar pukul 15.00 Wita.
“Pelaku berhasil diamankan petugas Polsek Kerambitan dan Polsek Pelabuhan Gilimanuk,” jelas Berata pada Rabu (17/12).
Saat ini, sambung Berata, MHS masih menjalani pemeriksaan lanjutan setelah diinterogasi usai ditangkap di pelabuhan.
Ia menjelaskan, MHS mencuri motor milik Eunike Sharon BR Barus (22) asal Medan, Provinsi Sumatera Utara, yang tinggal di Buleleng.
Di hari itu, sekitar pukul 10.30 Wita, Eunike memarkir motornya yang berpelat DK 6679 ADX di depan minimarket yang menjadi lokasi kejadian tersebut.
“Dengan kondisi kunci (motor) masih terpasang, lalu (korban) masuk (ke minimarket) untuk membeli masker dan jas hujan. Saat keluar (ke parkiran), motor sudah tidak ada,” jelasnya.
Usai kejadian itu, Eurika melaporkan kejadian it uke Polisi. Tidak lama kemudian, tim dari Unit Reserse Kriminal Polsek Kerambitan melakukan penyelidikan awal di lokasi kejadian.
Rekaman kamera pengawas atau CCTV menjadi petunjuk bagi Polisi untuk memburu pelaku yang terlihat mengarah ke barat atau Gilimanuk.
“Petugas kemudian melakukan penyisiran ke arah Gilimanuk dan berkoordinasi dengan Polsek Pelabuhan Gilimanuk untuk melakukan pencegatan,” ujarnya.
Upaya pelarian MHS untuk keluar Bali gagal setelah Polisi berusaha mencegatnya di dekat pintu penyebrangan. Ia bahkan sempat melarikan diri ke arah Pura Segara, meski akhirnya tertangkap.
Sekitar pukul 15.00 Wita, MHS berhasil diringkus dan menjalani interogasi awal. Di situlah, MHS yang sudah tiga bulan bekerja sebagai buruh bangunan di Kerambitan itu mengakui aksinya.
“Pelaku mengaku mengambil motor karena melihat kunci masih nyantol. Setelah itu langsung dibawa ke arah Gilimanuk,” kata Berata. (c/kb).

















