Emosi di Jalan, Pemotor Pukul Siswa di Simpang DPRD

GIANYAR, Kilasbali.com – Kelakuan pemotor yang membonceng seorang wanita yang menendang dan memukul pemotor siswa di simpang DPRD Gianyar, Selasa (4/1), sangat disayangkan dan tidak patut ditiru.
Diduga, lantaran siswa yang berboncengan ini nyaris terlibat gesekan saat berkendara, membuat pria ringan tangan ini emosi dan melakukan penganiayaan saat berhenti lampu merah.
Belum puas, pria ini juga terus membuntuti dengan memepet siswa yang berkendara menuju ke sekolahnya.
Siswa yang menjadi korban penganiayaan ini bernama Kadek A (17). Dari pengakuannya dia sedang berangkat menuju sekolah dengan membonceng temannya.
Entah apa salahnya saat berhenti karena lampu merah di Simpang DPRD Gianyar, tiba-tiba dipepet motor jenis Scoopy Putih berplat DK 2366 ACE.
Pengendaranya, seorang pria berbaju merah yang membonceng wanita itu langsung mencak-mencak. “Melihat dia marah tak jelas, saya langsung minta maaf. Tapi dia terus marah,” ungkap Kadek.
Karena lampu hijau, Kadek belum berani beranjak karena pria itu terus memakinya. Hingga lampu merah kedua menyala, dia bergeser hingga di bawah lampu. Disaat itu pula pria berbaju merah itu main pukul dan menendang.
Belum puas, pria ini terus membuntuti sambil memepet Kadek yang sedang menuju sekolahnya. Lampu merah di Simpang Alun-alun, pria itu kembali memepet dan Kadek mengaku menjaga jarak untuk menghindari jika pria itu main pukul lagi.
Karena memakai helm, Kadek pun mengaku tidak mengalami luka atas kejadian itu.
“Saya yakin kelakuan bapak itu terekam di CCTV. Nanti saya mau meminta izin dulu ke orang tua. Kalau saya salah, saya kan sudah meminta maaf,” terangnya.
Saat dikonfirmasi, orang tua siswa, I Nyoman Astana membenarkan jika anaknya jadi korban pemukulan di jalan raya.
Guna memastikan kronologisnya, Astana yang seorang advokat ini juga mengaku sudah mengantongi rekamannya.
“Saya hanya ingin melihat gambaran kronologisnya. Kalau anak saya salah, kami tentu akan meminta maaf kepada bapak ini. Tapi sangat saya sayangkan pria ini sampai melakukan pemukulan. Ini tindak pidana namanya,” terangnya.
Mengenai langkah yang akan diambil, Astana menyebutkan masih mempertimbangkannya. Sejauh ini pihaknya berharap pria ringan tangan ini memberikan klarifikasinya sembari menyelesaikan secara kekeluargaan.
Mengenai identitas pria ini, diyakininya tidak sulit mengidentifikasi. “Pria ini mengendarai motor scoopy putih dengan plat DK 2366 ACE. Namun jika tidak ada itikad baiknya, tidak menutup kemungkinan kita akan adukan ke aparat hukum. Toh, saksi dan rekaman sudah kami kantongi,” pungkasnya. (ina/kb)

















